alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Cinta Tak Direstui, Kekasih Dicabuli

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Masih ingat dengan Sa, pelaku pencabulan terhadap siswi SMA –sebut saja namanya Bunga- yang ditangkap beberapa hari lalu? Senin (2/9), Polres Ngawi menggelar press release kasus yang melibatkan pemuda 26 tahun itu. ‘’Saya mau nikahi, tapi tidak direstui orang tuanya,’’ aku Sa.

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengungkapkan, kasus persetubuhan gadis di bawah umur itu terjadi di rumah pelaku. Perbuatan yang hanya pantas dilakukan suami-istri itu dilakukan sebanyak tiga kali. Meski begitu, dia menyebut korban bersedia disetubuhi lantaran termakan bujuk rayu Sa. ‘’Jadi, bukan karena paksaan,’’ ujar Natal, sapaan Pranatal Hutajulu.

Natal juga menyebut, sejauh ini belum ada indikasi Sa telah melakukan penyekapan terhadap Bunga selama dua hari pada 26—27 Agustus lalu. ‘’Anak (korban, Red) tersebut diajak sukarela dan tanpa paksaan, ada kemungkinan keduanya memiliki hubungan dekat,’’ paparnya.

Baca Juga :  Mengemis Satu Jam Dapat Rp 100 Ribu

Dari keterangan pelaku, keduanya kenal sejak Maret silam lewat Facebook. Suatu ketika Sa mengajak Bunga ke rumah. Namun, belakangan diketahui korban diduga menjadi korban pencabulan. ‘’Keluarganya tak terima, lalu melaporkannya ke polisi,’’ ungkap Natal.

Beberapa saat berselang, pelaku dibekuk. Bersamaan itu, petugas mengamankan beberapa barang bukti seperti kasur dan pakaian yang dikenakan korban. Atas perbuatannya, Sa dijerat dengan pasal 81 ayat 2 dan 82 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak. ‘’Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Masih ingat dengan Sa, pelaku pencabulan terhadap siswi SMA –sebut saja namanya Bunga- yang ditangkap beberapa hari lalu? Senin (2/9), Polres Ngawi menggelar press release kasus yang melibatkan pemuda 26 tahun itu. ‘’Saya mau nikahi, tapi tidak direstui orang tuanya,’’ aku Sa.

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengungkapkan, kasus persetubuhan gadis di bawah umur itu terjadi di rumah pelaku. Perbuatan yang hanya pantas dilakukan suami-istri itu dilakukan sebanyak tiga kali. Meski begitu, dia menyebut korban bersedia disetubuhi lantaran termakan bujuk rayu Sa. ‘’Jadi, bukan karena paksaan,’’ ujar Natal, sapaan Pranatal Hutajulu.

Natal juga menyebut, sejauh ini belum ada indikasi Sa telah melakukan penyekapan terhadap Bunga selama dua hari pada 26—27 Agustus lalu. ‘’Anak (korban, Red) tersebut diajak sukarela dan tanpa paksaan, ada kemungkinan keduanya memiliki hubungan dekat,’’ paparnya.

Baca Juga :  Menapaki Jejak Purba di Gua Lowo Sampung

Dari keterangan pelaku, keduanya kenal sejak Maret silam lewat Facebook. Suatu ketika Sa mengajak Bunga ke rumah. Namun, belakangan diketahui korban diduga menjadi korban pencabulan. ‘’Keluarganya tak terima, lalu melaporkannya ke polisi,’’ ungkap Natal.

Beberapa saat berselang, pelaku dibekuk. Bersamaan itu, petugas mengamankan beberapa barang bukti seperti kasur dan pakaian yang dikenakan korban. Atas perbuatannya, Sa dijerat dengan pasal 81 ayat 2 dan 82 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak. ‘’Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/