alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

DN Rangkap Tiga Jabatan, Bupati Ngawi Perintah Kawal Dugaan Maladministrasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut mantan Kepala SDN 2 Tawun Harnomo. Kepada pemeriksa dari dinas pendidikan (dindik) kemarin (2/11), DN diklaim masih mengajar meski telah menjabat sebagai perangkat Desa Banyuurip. Keterangan tersebut mengklarifikasi penyampaian Ichsan Senanto, operator sekolah itu, sebelumnya.

Bahwasanya DN terdaftar guru honorer di data pokok pendidikan (dapodik) Kemendikbudristek tanpa punya jam dan kelas mengajar. Dengan demikian, DN merangkap tiga jabatan sekaligus. Yakni, guru sekaligus tenaga tata usaha (TU) honorer SDN 2 Tawun, serta kepala urusan (Kaur) Pemdes Banyuurip. ‘’Pengakuannya (Harnomo, Red), meski tidak 24 jam, DN masih mengajar setiap Sabtu sejak 2019 hingga Maret lalu,’’ kata Kabid Pembinaan Ketenagaan Dindik Ngawi Muhyi, Rabu (3/11).

Selain Harnomo, hadir pula DN, Kepala SDN 2 Tawun Muji Lestari, serta dua operator. Mereka diperiksa bersamaan di ruang pembinaan ketenagaan sekitar satu jam. Muhyi sempat mengonfrontasi pernyataan Harnomo kepada Ichsan. Operator itu mengamini bahwa DN terdaftar di dapodik dengan status masih mengajar. Namun, tanpa disertai detail jumlah jamnya mengampu. ‘’Informasinya, ada bukti surat tugas DN mengajar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ongkos Kirim Mahal, Nilai Ekspor Naik Tipis

Sementara ini, dindik belum dapat menyimpulkan ada tidaknya dugaan kecurangan pengelolaan dapodik DN. Hingga akhirnya melenggang dalam rekrutmen Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi guru SDN 1 Legokulon, Kasreman.

Organisasi perangkat daerah itu berencana memintai keterangan sekali lagi untuk mendapatkan informasi lebih akurat. ‘’Di pertemuan selanjutnya, kami meminta ditunjukkan surat tugas DN mengajar,’’ tutur Muhyi sembari menyebut notulen klarifikasi bakal disodorkan ke Kepala Dindik Sumarsono sebagai dasar menindaklanjuti dugaan maladministrasi kepesertaan rekrutmen CPPPK. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut mantan Kepala SDN 2 Tawun Harnomo. Kepada pemeriksa dari dinas pendidikan (dindik) kemarin (2/11), DN diklaim masih mengajar meski telah menjabat sebagai perangkat Desa Banyuurip. Keterangan tersebut mengklarifikasi penyampaian Ichsan Senanto, operator sekolah itu, sebelumnya.

Bahwasanya DN terdaftar guru honorer di data pokok pendidikan (dapodik) Kemendikbudristek tanpa punya jam dan kelas mengajar. Dengan demikian, DN merangkap tiga jabatan sekaligus. Yakni, guru sekaligus tenaga tata usaha (TU) honorer SDN 2 Tawun, serta kepala urusan (Kaur) Pemdes Banyuurip. ‘’Pengakuannya (Harnomo, Red), meski tidak 24 jam, DN masih mengajar setiap Sabtu sejak 2019 hingga Maret lalu,’’ kata Kabid Pembinaan Ketenagaan Dindik Ngawi Muhyi, Rabu (3/11).

Selain Harnomo, hadir pula DN, Kepala SDN 2 Tawun Muji Lestari, serta dua operator. Mereka diperiksa bersamaan di ruang pembinaan ketenagaan sekitar satu jam. Muhyi sempat mengonfrontasi pernyataan Harnomo kepada Ichsan. Operator itu mengamini bahwa DN terdaftar di dapodik dengan status masih mengajar. Namun, tanpa disertai detail jumlah jamnya mengampu. ‘’Informasinya, ada bukti surat tugas DN mengajar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Seberangi Sungai, Bocah 14 Tahun Tenggelam di Bengawan Madiun

Sementara ini, dindik belum dapat menyimpulkan ada tidaknya dugaan kecurangan pengelolaan dapodik DN. Hingga akhirnya melenggang dalam rekrutmen Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi guru SDN 1 Legokulon, Kasreman.

Organisasi perangkat daerah itu berencana memintai keterangan sekali lagi untuk mendapatkan informasi lebih akurat. ‘’Di pertemuan selanjutnya, kami meminta ditunjukkan surat tugas DN mengajar,’’ tutur Muhyi sembari menyebut notulen klarifikasi bakal disodorkan ke Kepala Dindik Sumarsono sebagai dasar menindaklanjuti dugaan maladministrasi kepesertaan rekrutmen CPPPK. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/