alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Ngawi Turun PPKM Level 2, Aktivitas Dilonggarkan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Angin segar dari Jakarta bagi pelaku wisata di Ngawi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan kabupaten ini sebagai pelaksana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 hingga 15 November nanti.
Turunnya tingkat pengetatan kegiatan masyarakat dari sebelumnya PPKM level 3 itu membuat destinasi wisata boleh beroperasi. ‘’Statusnya bukan lagi uji coba. Pelaksanaannya masih menunggu surat edaran bupati (Ony Anwar Harsono, Red),’’ kata Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Totok Sugiharto, Rabu (3/11).

Totok menyebut, terdapat perbedaan antara relaksasi dengan uji coba. Yakni, anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk kawasan wisata. Kebijakan itu menguntungkan pengelola wisata. Karena kebanyakan wisatawan adalah rombongan keluarga yang membawa serta anak-anak. ‘’Boleh masuk kawasan wisata dengan tetap pendampingan dari orang tua,’’ ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Ngawi Tak Puas Realisasi PAD Sektor Reklame

Disparpora akan menggandeng satpol PP dan Satgas Covid-19 untuk memantau aktivitas para pelesir. Wisatawan dan pengelola mesti menerapkan protokol kesehatan. Khususnya penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang disyaratkan pemerintah pusat. ‘’Karena, berdasarkan evaluasi, ada beberapa pengelola yang menoleransi pengunjung boleh masuk tanpa aplikasi PeduliLindungi dan kartu vaksin,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Angin segar dari Jakarta bagi pelaku wisata di Ngawi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan kabupaten ini sebagai pelaksana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 hingga 15 November nanti.
Turunnya tingkat pengetatan kegiatan masyarakat dari sebelumnya PPKM level 3 itu membuat destinasi wisata boleh beroperasi. ‘’Statusnya bukan lagi uji coba. Pelaksanaannya masih menunggu surat edaran bupati (Ony Anwar Harsono, Red),’’ kata Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Totok Sugiharto, Rabu (3/11).

Totok menyebut, terdapat perbedaan antara relaksasi dengan uji coba. Yakni, anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk kawasan wisata. Kebijakan itu menguntungkan pengelola wisata. Karena kebanyakan wisatawan adalah rombongan keluarga yang membawa serta anak-anak. ‘’Boleh masuk kawasan wisata dengan tetap pendampingan dari orang tua,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Khawatir Coreng Nama Baik Keluarga, Ajukan Anak Dispensasi Nikah

Disparpora akan menggandeng satpol PP dan Satgas Covid-19 untuk memantau aktivitas para pelesir. Wisatawan dan pengelola mesti menerapkan protokol kesehatan. Khususnya penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang disyaratkan pemerintah pusat. ‘’Karena, berdasarkan evaluasi, ada beberapa pengelola yang menoleransi pengunjung boleh masuk tanpa aplikasi PeduliLindungi dan kartu vaksin,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/