alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Bupati Ony: RPHU Ngawi Tak Beroperasi karena Butuh Setrum

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan rumah pemotongan hewan unggas (RPHU) Ngawi untuk beroperasi begitu kompleks. Bukan hanya butuh pengadaan mesin pemotong dan pencabut bulu, melainkan juga jaringan listrik berdaya tinggi. ‘’Kebutuhan listriknya rata-rata 25 kVA (kilovolt ampere, Red),’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Jumat (3/12).

Ony menyebut, beban voltase setrum mencapai 54 kVA bila dikalkulasikan dengan rumah pemotongan hewan (RPH). Perinciannya, RPH 30 kVA dan RPHU 25 kVA. Karenanya, proyek diawali dengan membangun tempat jaringan listriknya terlebih dahulu. ‘’Peralatan, mesin, dan jaringan listrik dipenuhi secara bertahap,’’ ujarnya.

Bupati menerangkan, sektor pemimpin peternakan nantinya tidak di dinas pertanian. Bidang tersebut pindah ke dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK). Kebijakan tersebut sesuai mandat Kementerian Perdagangan. Konsep RPHU kelak mendukung kegiatan pasar hewan. ‘’Persiapan membangun pasar wisata ternak tahun depan,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Pancaroba, Petani Mulai Tanam Padi

Ony berharap RPHU dapat terintegrasi dengan RPH. Sehingga pasar hewan menjadi kompleks berdagang ternak dan unggas yang nyaman. ‘’Nyaman bukan hanya untuk jual-beli ternak dan unggas, tapi juga pasar wisata,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan rumah pemotongan hewan unggas (RPHU) Ngawi untuk beroperasi begitu kompleks. Bukan hanya butuh pengadaan mesin pemotong dan pencabut bulu, melainkan juga jaringan listrik berdaya tinggi. ‘’Kebutuhan listriknya rata-rata 25 kVA (kilovolt ampere, Red),’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Jumat (3/12).

Ony menyebut, beban voltase setrum mencapai 54 kVA bila dikalkulasikan dengan rumah pemotongan hewan (RPH). Perinciannya, RPH 30 kVA dan RPHU 25 kVA. Karenanya, proyek diawali dengan membangun tempat jaringan listriknya terlebih dahulu. ‘’Peralatan, mesin, dan jaringan listrik dipenuhi secara bertahap,’’ ujarnya.

Bupati menerangkan, sektor pemimpin peternakan nantinya tidak di dinas pertanian. Bidang tersebut pindah ke dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK). Kebijakan tersebut sesuai mandat Kementerian Perdagangan. Konsep RPHU kelak mendukung kegiatan pasar hewan. ‘’Persiapan membangun pasar wisata ternak tahun depan,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Pantang Merokok di Sembarang Tempat!

Ony berharap RPHU dapat terintegrasi dengan RPH. Sehingga pasar hewan menjadi kompleks berdagang ternak dan unggas yang nyaman. ‘’Nyaman bukan hanya untuk jual-beli ternak dan unggas, tapi juga pasar wisata,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/