alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Realisasi Investasi Ngawi Tahun Ini Surplus 288 Persen

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiada alasan bagi Pemkab Ngawi untuk tidak menaikkan target investasi tahun depan. Itu bila berkaca surplus 288 persen nilai investasi yang ditancapkan para penanam modal tahun ini.

Dari target Rp 213 miliar, terealisasi Rp 614 miliar. Besaran tersebut berdasarkan data National Single Window for Investment (NSWI) per kemarin (2/12). ‘’Investor menilai Ngawi prospektif untuk bisnis,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto, Jumat (3/12).

Prospek itu berdasarkan kemudahan akses transportasi. Kabupaten ini dilalui tol Trans-Jawa dan memiliki tiga stasiun kereta api. Selain itu, letak geografis yang berbatasan dengan Jawa Tengah menjadi keuntungan.

Baca Juga :  ASN Ngantor Hanya sampai Pukul 14.00

Apalagi terdapat tiga sektor investasi yang bisa dimanfaatkan. Meliputi hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan. ‘’Masuknya Ngawi dalam Perpres 80/2019 semakin memudahkan berinvestasi melalui proyek nasional kawasan industri,’’ ujarnya.

Totok menyebut, faktor daerah dengan upah pekerja yang tergolong murah menjadi magnet kuat investor. Berdasarkan keputusan Pemprov Jawa Timur, upah minimum kabupaten (UMK) Ngawi tahun depan Rp 1.962.585.

Selisih Rp 2,3 juta dari Surabaya dan Gresik yang notabene kota industri. Dari kacamata bisnis, besaran itu dapat menghemat pengeluaran gaji karyawan. ‘’Didukung jumlah usia produktif sekitar 659 ribu jiwa dengan tenaga kerja 65 ribu jiwa,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiada alasan bagi Pemkab Ngawi untuk tidak menaikkan target investasi tahun depan. Itu bila berkaca surplus 288 persen nilai investasi yang ditancapkan para penanam modal tahun ini.

Dari target Rp 213 miliar, terealisasi Rp 614 miliar. Besaran tersebut berdasarkan data National Single Window for Investment (NSWI) per kemarin (2/12). ‘’Investor menilai Ngawi prospektif untuk bisnis,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto, Jumat (3/12).

Prospek itu berdasarkan kemudahan akses transportasi. Kabupaten ini dilalui tol Trans-Jawa dan memiliki tiga stasiun kereta api. Selain itu, letak geografis yang berbatasan dengan Jawa Tengah menjadi keuntungan.

Baca Juga :  Satu Dekade, IPM Ngawi Tak Pernah Lampaui Jatim

Apalagi terdapat tiga sektor investasi yang bisa dimanfaatkan. Meliputi hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan. ‘’Masuknya Ngawi dalam Perpres 80/2019 semakin memudahkan berinvestasi melalui proyek nasional kawasan industri,’’ ujarnya.

Totok menyebut, faktor daerah dengan upah pekerja yang tergolong murah menjadi magnet kuat investor. Berdasarkan keputusan Pemprov Jawa Timur, upah minimum kabupaten (UMK) Ngawi tahun depan Rp 1.962.585.

Selisih Rp 2,3 juta dari Surabaya dan Gresik yang notabene kota industri. Dari kacamata bisnis, besaran itu dapat menghemat pengeluaran gaji karyawan. ‘’Didukung jumlah usia produktif sekitar 659 ribu jiwa dengan tenaga kerja 65 ribu jiwa,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/