alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Pemkab Ngawi Gelar PTM 100 Persen SD-SMP Besok

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kuesioner izin pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD dan SMP di Ngawi tidak lagi berlaku. Wali murid tidak boleh menolak atau melarang anaknya mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas. Izin orang tua tidak lagi menjadi acuan sebagaimana ketika PTM terbatas.

Menyusul turunnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. ‘’Karena semua siswa wajib masuk, maka orang tua mau tidak mau harus mengizinkan pergi ke sekolah,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Sumarsono, Selasa (4/1).

Kabupaten ini boleh PTM 100 persen karena menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 sejak akhir tahun lalu. Kebijakan itu didukung syarat vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan yang telah mencapai 99 persen. ‘’Lagi pula, berdasarkan hasil survei izin orang tua September tahun lalu, hanya satu persen orang tua jenjang SD dan tiga persen orang tua jenjang SMP yang tidak setuju PTM,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Andri Wijanarko Berkibar dengan Breeding Murai

Kendati demikian, dindik tidak tergesa memulai PTM 100 persen. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu menjadwalkan penormalan pembelajaran dimulai besok (5/1) atau lusa (6/1). Alasannya, implementasi amanat SKB Empat Menteri butuh waktu untuk penyesuaian.

Sumarsono menyebut, durasi KBM siswa kelas VII–IX SMP dan kelas III–VI SD selama enam jam. Sedangkan kelas I–II SD lebih singkat, yakni tiga jam. ‘’KBM dimulai pukul 07.00. Tapi, kantin belum diperbolehkan buka,’’ ujarnya sembari mengklaim PTM terbatas selama tiga bulan tidak ada kasus penularan virus korona di lingkungan sekolah. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kuesioner izin pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD dan SMP di Ngawi tidak lagi berlaku. Wali murid tidak boleh menolak atau melarang anaknya mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas. Izin orang tua tidak lagi menjadi acuan sebagaimana ketika PTM terbatas.

Menyusul turunnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. ‘’Karena semua siswa wajib masuk, maka orang tua mau tidak mau harus mengizinkan pergi ke sekolah,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Sumarsono, Selasa (4/1).

Kabupaten ini boleh PTM 100 persen karena menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 sejak akhir tahun lalu. Kebijakan itu didukung syarat vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan yang telah mencapai 99 persen. ‘’Lagi pula, berdasarkan hasil survei izin orang tua September tahun lalu, hanya satu persen orang tua jenjang SD dan tiga persen orang tua jenjang SMP yang tidak setuju PTM,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bekas Rumah dr Radjiman Wedyodiningrat di Ngawi Tertutup untuk Umum

Kendati demikian, dindik tidak tergesa memulai PTM 100 persen. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu menjadwalkan penormalan pembelajaran dimulai besok (5/1) atau lusa (6/1). Alasannya, implementasi amanat SKB Empat Menteri butuh waktu untuk penyesuaian.

Sumarsono menyebut, durasi KBM siswa kelas VII–IX SMP dan kelas III–VI SD selama enam jam. Sedangkan kelas I–II SD lebih singkat, yakni tiga jam. ‘’KBM dimulai pukul 07.00. Tapi, kantin belum diperbolehkan buka,’’ ujarnya sembari mengklaim PTM terbatas selama tiga bulan tidak ada kasus penularan virus korona di lingkungan sekolah. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/