alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Resahkan Pedagang karena Makan Tak Bayar, Tujuh Anjal Diciduk Satpol PP

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Keberadaan anak jalanan (anjal) yang meresahkan warga sulit dihilangkan di wilayah Ngawi. Meski kerap dilakukan penertiban, masih ada saja gerombolan remaja menggelandang yang diamankan petugas satpol PP setempat.

Senin (3/2), misalnya, petugas satpol PP mengamankan tujuh anjal. Mereka diciduk di sekitar SPBU terminal lama Ngawi. Tiga di antaranya berjenis kelamin perempuan. Pun, berasal dari berbagai daerah, mulai Kabupaten Madiun, Nganjuk, Cianjur, Bogor, hingga Bandung. ‘’Yang jelas, mereka kami amankan karena telah melanggar aturan,’’ kata Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Ngawi Irwan Budiarto.

Menurut dia, menggelandang di jalan melanggar aturan dalam Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Mereka juga dianggap bersalah karena mengamen di jalanan, meski saat diamankan tidak sedang melakukan aktivitas tersebut. ‘’Tapi, mereka bawa gitar, kami yakin itu untuk mengamen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jalan-Jalan Ngawi Kota Disekat, Lampu PJU Ikut Dipadamkan

Irwan menyebut, penertiban itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan sejumlah pedagang makanan. Mereka mengeluhkan para anjal itu sering makan namun enggan membayar. ‘’Mereka mengaku awalnya datang ke Ngawi karena ada acara di sini. Tapi, tidak membawa bekal dan uang saku,’’ paparnya.

Usai diamankan, para anjal tersebut mendapatkan hukuman fisik ringan. Selain itu, penampilan mereka dirapikan. Kemudian, diserahkan ke dinas sosial (dinsos) setempat untuk pembinaan selanjutnya. ‘’Ada dua anak yang sakit, tapi sudah kami obatkan ke rumah sakit,’’ tutur Irwan. (tif/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Keberadaan anak jalanan (anjal) yang meresahkan warga sulit dihilangkan di wilayah Ngawi. Meski kerap dilakukan penertiban, masih ada saja gerombolan remaja menggelandang yang diamankan petugas satpol PP setempat.

Senin (3/2), misalnya, petugas satpol PP mengamankan tujuh anjal. Mereka diciduk di sekitar SPBU terminal lama Ngawi. Tiga di antaranya berjenis kelamin perempuan. Pun, berasal dari berbagai daerah, mulai Kabupaten Madiun, Nganjuk, Cianjur, Bogor, hingga Bandung. ‘’Yang jelas, mereka kami amankan karena telah melanggar aturan,’’ kata Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Ngawi Irwan Budiarto.

Menurut dia, menggelandang di jalan melanggar aturan dalam Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Mereka juga dianggap bersalah karena mengamen di jalanan, meski saat diamankan tidak sedang melakukan aktivitas tersebut. ‘’Tapi, mereka bawa gitar, kami yakin itu untuk mengamen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kebijakan Satu Harga Migor, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Irwan menyebut, penertiban itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan sejumlah pedagang makanan. Mereka mengeluhkan para anjal itu sering makan namun enggan membayar. ‘’Mereka mengaku awalnya datang ke Ngawi karena ada acara di sini. Tapi, tidak membawa bekal dan uang saku,’’ paparnya.

Usai diamankan, para anjal tersebut mendapatkan hukuman fisik ringan. Selain itu, penampilan mereka dirapikan. Kemudian, diserahkan ke dinas sosial (dinsos) setempat untuk pembinaan selanjutnya. ‘’Ada dua anak yang sakit, tapi sudah kami obatkan ke rumah sakit,’’ tutur Irwan. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/