alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Ngawi Catatkan 31 Kasus Aktif Positif Covid-19

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak perlu panik. Menurut Kepala Dinkes Ngawi Yudono, penderita Covid-19 varian Omicron lebih cepat sembuh dibandingkan Delta. Kesembuhannya rata-rata sekitar tiga hari. ‘’Karena banyak pasien Omicron yang cenderung tidak menunjukkan gejala,’’ kata Yudono, Jumat (4/2).

Yudono mengungkapkan, terdapat 31 kasus positif aktif per kemarin. Sebanyak 11 di antaranya bergejala dan dirawat di RSUD dr Soeroto. Sedangkan 20 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. ‘’Keluhan pasien Covid-19 yang bergejala kebanyakan demam dan diare, bukan turunnya saturasi seperti kasus Delta,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, hingga kini belum ada laporan kesehatan pasien isoman memburuk. Pasien dianggap sembuh bila tidak bergejala dalam kurun dua pekan. Kepastian sembuh bisa lebih cepat bila melakukan tes cepat antigen dengan hasil nonreaktif.  ‘’Artinya, boleh keluar rumah,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Kantor BPJS Kesehatan Madiun Di-Lockdown?

Puskesmas, lanjut Yudono, tengah menjalankan program karantina kepada warga yang dicurigai sakit. Upaya tersebut untuk membendung laju penularan virus. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak mengendurkan protokol kesehatan. Terutama lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran tatap muka 100 persen. ‘’Karena sudah ada tujuh sekolah terdapat kasus Covid-19, salah satunya SMPN 1 Ngawi yang tracing-nya belum selesai,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak perlu panik. Menurut Kepala Dinkes Ngawi Yudono, penderita Covid-19 varian Omicron lebih cepat sembuh dibandingkan Delta. Kesembuhannya rata-rata sekitar tiga hari. ‘’Karena banyak pasien Omicron yang cenderung tidak menunjukkan gejala,’’ kata Yudono, Jumat (4/2).

Yudono mengungkapkan, terdapat 31 kasus positif aktif per kemarin. Sebanyak 11 di antaranya bergejala dan dirawat di RSUD dr Soeroto. Sedangkan 20 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. ‘’Keluhan pasien Covid-19 yang bergejala kebanyakan demam dan diare, bukan turunnya saturasi seperti kasus Delta,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, hingga kini belum ada laporan kesehatan pasien isoman memburuk. Pasien dianggap sembuh bila tidak bergejala dalam kurun dua pekan. Kepastian sembuh bisa lebih cepat bila melakukan tes cepat antigen dengan hasil nonreaktif.  ‘’Artinya, boleh keluar rumah,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Hujan-Angin Hajar Ngawi Kota, Sejumlah Rumah Rusak Tertimpa Pohon

Puskesmas, lanjut Yudono, tengah menjalankan program karantina kepada warga yang dicurigai sakit. Upaya tersebut untuk membendung laju penularan virus. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak mengendurkan protokol kesehatan. Terutama lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran tatap muka 100 persen. ‘’Karena sudah ada tujuh sekolah terdapat kasus Covid-19, salah satunya SMPN 1 Ngawi yang tracing-nya belum selesai,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/