alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

BNPB Sumbang Dua Alat Peringatan Dini Banjir ke Pemkab Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Mitigasi bencana di Ngawi kian kuat. Setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi bantuan dua unit flood early warning system (FEWS) dan satu unit repeater. Alat pendeteksi dini banjir itu rencananya bakal dipasang di Desa Tirak dan Simo, Kwadungan. ‘’Kedua desa itu langganan banjir setiap tahunnya,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kamis (4/11).

Ony menyebut, bantuan BNPB semakin mengoptimalkan upaya penanggulangan banjir. Mengingat sudah ada enam unit EWS yang terpasang di wilayah Kecamatan Ngawi, Geneng, dan Kwadungan. Bedanya, dua unit FEWS yang dilengkapi repeater akan langsung menginformasikan banjir ke komputer badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). ‘’Harapannya, bahaya banjir semakin terdeteksi sejak awal agar proses evakuasi bisa segera dilakukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Realisasi Investasi Ngawi Tahun Ini Surplus 288 Persen

Sayangnya, penguatan mitigasi bencana belum didukung sumber daya masyarakat yang memadai. Menurut bupati, warga masih menyepelekan bahaya banjir. Khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana alam itu. Dibuktikan dari kecenderungan warga yang menolak dievakuasi. ‘’Partisipasi aktif masyarakat harus semakin tinggi untuk mitigasi bencana,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Mitigasi bencana di Ngawi kian kuat. Setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi bantuan dua unit flood early warning system (FEWS) dan satu unit repeater. Alat pendeteksi dini banjir itu rencananya bakal dipasang di Desa Tirak dan Simo, Kwadungan. ‘’Kedua desa itu langganan banjir setiap tahunnya,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kamis (4/11).

Ony menyebut, bantuan BNPB semakin mengoptimalkan upaya penanggulangan banjir. Mengingat sudah ada enam unit EWS yang terpasang di wilayah Kecamatan Ngawi, Geneng, dan Kwadungan. Bedanya, dua unit FEWS yang dilengkapi repeater akan langsung menginformasikan banjir ke komputer badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). ‘’Harapannya, bahaya banjir semakin terdeteksi sejak awal agar proses evakuasi bisa segera dilakukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kakek 85 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo, Ditemukan Berkat Bekas Jejak Kaki

Sayangnya, penguatan mitigasi bencana belum didukung sumber daya masyarakat yang memadai. Menurut bupati, warga masih menyepelekan bahaya banjir. Khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana alam itu. Dibuktikan dari kecenderungan warga yang menolak dievakuasi. ‘’Partisipasi aktif masyarakat harus semakin tinggi untuk mitigasi bencana,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/