alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Pertahankan Konsep Pertokoan Plaza Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Identitas Plaza Ngawi sebagai pusat pertokoan modern selama dua dekade dipertahankan. Pemkab mengubah detail engineering design (DED) peruntukan lantai satu bangunan bakal mal pelayanan publik (MPP) tersebut.

Dari awalnya tempat pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) beralih menjadi showroom bisnis. Kesan mempertahankan napas bisnis itu berdasar permintaan Bupati Ony Anwar Harsono. ‘’Hanya, konsepnya pertokoan yang memprioritaskan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah, Red), bukan bisnis secara umum,’’ kata Kasi Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Yesi Widiarti, Sabtu (4/12).

Yesi mengungkapkan, fisik bangunan berbentuk rumah pertokoan (ruko) bakal berubah. Pintu setiap ruko kelak bukan rolling door, melainkan kaca transparan. Nantinya ada sebuah ruang khusus sebagai tempat layanan informasi atau promosi objek wisata. ‘’Lantai duanya terbagi menjadi MPP dan meeting room investor,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bantu Pengembangan UMKM Sektor Pertanian, BRI Salurkan Mesin Giling Padi ke Petani

Perubahan Plaza Ngawi lainnya adalah penambahan rooftop di sisi timur. Area datar di atap itu bakal dibangun sebuah kafe kekinian. Fasilitas tersebut diproyeksikan sebagai landmark baru kabupaten ini. Pengunjung dapat menikmati suasana Tugu Kartonyono. ‘’Rooftop akan disediakan akses keluar-masuk dari luar. Sehingga, kalau MPP tutup, pengunjung masih bisa nongkrong,’’ ungkap Yesi.

Dia menyebut bahwa konstruksi sebelah timur akan diperkuat. Karena faktor usia, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Pihaknya perlu melakukan rekonstruksi bangunan agar penambahan rooftop tidak membahayakan. ‘’Selebihnya tidak ada penambahan khusus,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Identitas Plaza Ngawi sebagai pusat pertokoan modern selama dua dekade dipertahankan. Pemkab mengubah detail engineering design (DED) peruntukan lantai satu bangunan bakal mal pelayanan publik (MPP) tersebut.

Dari awalnya tempat pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) beralih menjadi showroom bisnis. Kesan mempertahankan napas bisnis itu berdasar permintaan Bupati Ony Anwar Harsono. ‘’Hanya, konsepnya pertokoan yang memprioritaskan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah, Red), bukan bisnis secara umum,’’ kata Kasi Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Yesi Widiarti, Sabtu (4/12).

Yesi mengungkapkan, fisik bangunan berbentuk rumah pertokoan (ruko) bakal berubah. Pintu setiap ruko kelak bukan rolling door, melainkan kaca transparan. Nantinya ada sebuah ruang khusus sebagai tempat layanan informasi atau promosi objek wisata. ‘’Lantai duanya terbagi menjadi MPP dan meeting room investor,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hendak Belok Kanan, Jupiter Diserempet Beat, Dua Pengendara Luka Parah

Perubahan Plaza Ngawi lainnya adalah penambahan rooftop di sisi timur. Area datar di atap itu bakal dibangun sebuah kafe kekinian. Fasilitas tersebut diproyeksikan sebagai landmark baru kabupaten ini. Pengunjung dapat menikmati suasana Tugu Kartonyono. ‘’Rooftop akan disediakan akses keluar-masuk dari luar. Sehingga, kalau MPP tutup, pengunjung masih bisa nongkrong,’’ ungkap Yesi.

Dia menyebut bahwa konstruksi sebelah timur akan diperkuat. Karena faktor usia, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Pihaknya perlu melakukan rekonstruksi bangunan agar penambahan rooftop tidak membahayakan. ‘’Selebihnya tidak ada penambahan khusus,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/