23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Polres Ngawi Lidik Pemasang Perangkap Maut yang Tewaskan Pemburu Belut

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi menyelidiki kematian Legi di area persawahan Desa Sumberbening, Bringin, Ngawi, 28 November lalu. Setelah menerima laporan dari anggota keluarga pria 65 tahun itu. Korban diduga tewas tersengat jebakan tikus beraliran listrik yang terpasang di sawah tersebut.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono mengaku telah memintai keterangan sejumlah saksi. Pihaknya ingin menyelidiki tuan pemilik sawah. Selain itu pemasang jebakan tikus dengan aliran setrum tinggi tersebut. ‘’Keterangan-keterangan dari saksi masih didalami,’’ ujarnya.

Jasad Legi kali pertama ditemukan oleh Subandi, warga setempat, Senin (28/11) pagi. Pria 60 tahun itu pengelola sawah yang disebut terpasang perangkap maut. Korban yang hendak mencari belut itu ditemukan dalam posisi tengkurap. Kakinya terlilit kawat. ‘’Kami masih menunggu hasil otopsi RSUD dr Soeroto keluar,’’ ucap Kasatreskrim.

Baca Juga :  Kebakaran di Tambakbayan, Ruang Kerja Pak Dosen Meledak Tiga Kali

Agung menyampaikan bahwa pemasangan jebakan tikus beraliran listrik merupakan tindak pidana. Pemasangnya melanggar pasal 359 KUHP. Yakni, kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Ancaman hukumannya penjara maksimal lima tahun. ‘’Selain itu melanggar Undang-Undang 30/2009 tentang Ketenagalistrikan karena menggunakan listrik tidak semestinya,’’ ujarnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi menyelidiki kematian Legi di area persawahan Desa Sumberbening, Bringin, Ngawi, 28 November lalu. Setelah menerima laporan dari anggota keluarga pria 65 tahun itu. Korban diduga tewas tersengat jebakan tikus beraliran listrik yang terpasang di sawah tersebut.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono mengaku telah memintai keterangan sejumlah saksi. Pihaknya ingin menyelidiki tuan pemilik sawah. Selain itu pemasang jebakan tikus dengan aliran setrum tinggi tersebut. ‘’Keterangan-keterangan dari saksi masih didalami,’’ ujarnya.

Jasad Legi kali pertama ditemukan oleh Subandi, warga setempat, Senin (28/11) pagi. Pria 60 tahun itu pengelola sawah yang disebut terpasang perangkap maut. Korban yang hendak mencari belut itu ditemukan dalam posisi tengkurap. Kakinya terlilit kawat. ‘’Kami masih menunggu hasil otopsi RSUD dr Soeroto keluar,’’ ucap Kasatreskrim.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Ngawi Sidak ke Sejumlah SMPN

Agung menyampaikan bahwa pemasangan jebakan tikus beraliran listrik merupakan tindak pidana. Pemasangnya melanggar pasal 359 KUHP. Yakni, kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Ancaman hukumannya penjara maksimal lima tahun. ‘’Selain itu melanggar Undang-Undang 30/2009 tentang Ketenagalistrikan karena menggunakan listrik tidak semestinya,’’ ujarnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru