23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Proyek MPP Ngawi Tahap I Rampung dengan Catatan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek Mal Pelayanan Publik Tahap I Ngawi rampung. Rekanan pelaksana rehabilitasi dua bangunan di kawasan belakang bekas Plaza Ngawi itu telah mengajukan serah terima sementara.

‘’Selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja,’’ kata Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Yesi Widyarti.

Yesi menyampaikan bahwa pengerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp 3,56 miliar ini sempat minus empat persen.

Setelah ada penambahan jumlah pekerja dan kerja lembur, pengerjaannya selesai tepat waktu. Hanya, pihaknya memberi catatan pada aspek kerapian. Rekanan diminta membersihkan bercak cat yang menetes di lantai. ‘’Masa pemeliharannya setahun,’’ ujarnya.

DPUPR tengah menyiapkan dokumen lelang proyek MPP tahap II. Pagu anggaran rehabilitasi bangunan utama bekas Plaza Ngawi itu Rp 21 miliar. Proses pengerjaannya delapan bulan. ‘’Kami lelang dini bulan ini agar proyek bisa dimulai Februari tahun depan,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Bawaslu Ngawi Terima Aduan Tiga Warga Namanya Dicatut Anggota Parpol

Menurut Yesi, pengerjaan proyek MPP tahap II cukup lama. Pada umumnya pembangunan fisik cukup enam bulan. Penambahan tempo itu mempertimbangkan pembongkaran bangunan yang harus hati-hati. Sebab rumah toko (ruko) itu dibangun dua dekade silam.

‘’Meski struktur utama masih dipertahankan, beberapa temboknya dibongkar menyesuaikan desain perencanaan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, MPP menggabungkan antara pelayanan publik dengan pusat bisnis. Lantai satu untuk mewadahi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sedangkan lantai duanya untuk pelayanan publik dan pertemuan bisnis. ‘’Kafe konsep rooftop di lantai tiga,’’ ucapnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek Mal Pelayanan Publik Tahap I Ngawi rampung. Rekanan pelaksana rehabilitasi dua bangunan di kawasan belakang bekas Plaza Ngawi itu telah mengajukan serah terima sementara.

‘’Selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja,’’ kata Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Yesi Widyarti.

Yesi menyampaikan bahwa pengerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp 3,56 miliar ini sempat minus empat persen.

Setelah ada penambahan jumlah pekerja dan kerja lembur, pengerjaannya selesai tepat waktu. Hanya, pihaknya memberi catatan pada aspek kerapian. Rekanan diminta membersihkan bercak cat yang menetes di lantai. ‘’Masa pemeliharannya setahun,’’ ujarnya.

DPUPR tengah menyiapkan dokumen lelang proyek MPP tahap II. Pagu anggaran rehabilitasi bangunan utama bekas Plaza Ngawi itu Rp 21 miliar. Proses pengerjaannya delapan bulan. ‘’Kami lelang dini bulan ini agar proyek bisa dimulai Februari tahun depan,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Parah, Empat Proyek Pembangunan Jembatan di Ponorogo Tak Tuntas

Menurut Yesi, pengerjaan proyek MPP tahap II cukup lama. Pada umumnya pembangunan fisik cukup enam bulan. Penambahan tempo itu mempertimbangkan pembongkaran bangunan yang harus hati-hati. Sebab rumah toko (ruko) itu dibangun dua dekade silam.

‘’Meski struktur utama masih dipertahankan, beberapa temboknya dibongkar menyesuaikan desain perencanaan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, MPP menggabungkan antara pelayanan publik dengan pusat bisnis. Lantai satu untuk mewadahi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sedangkan lantai duanya untuk pelayanan publik dan pertemuan bisnis. ‘’Kafe konsep rooftop di lantai tiga,’’ ucapnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru