alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Penularan Kasus Masif di Sekolah, Dindik Ngawi Bakal Stop PTM

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi bakal menyetop sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sebuah lembaga pendidikan bila terjadi penularan Covid-19 yang masif. ‘’Langkah ini skema pertama sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama, Red) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,’’ kata Kepala Dindik Ngawi Sumarsono, Rabu (5/1).

Sumarsono menyebut, ada dua acuan penularan Covid-19 di sebuah sekolah yang dikatakan masif. Yakni, positivity rate dan warga sekolah menyandang kontak erat lebih dari lima persen. Artinya, lembaga pendidikan tersebut menjadi klaster penularan virus korona. ‘’Penghentian sementara PTM-nya minimal dua pekan,’’ ujarnya.

Skema kedua penyetopan bila positivity rate di bawah lima persen. PTM yang dihentikan hanya pada rombongan belajar (rombel) terdapat kasus positif. Temponya lebih singkat, yakni selama lima hari. ‘’Selama penghentian sementara, peserta didik dan pengajar melakukan pembelajaran jarak jauh,’’ terang mantan kepala badan kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan itu.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD: Angkutan Pelajar Tak Efektif, Dishub Ngawi Diminta Evaluasi

Kendati demikian, Sumarsono menyebut bahwa skema penyetopan PTM sesuai SKB itu dinamis. Ketua Satgas Covid-19 Ony Anwar Harsono yang akan memutuskan berapa lama penghentiannya. ‘’Yang jelas, jika ada siswa sakit dengan gejala Covid-19, pihak sekolah harus segera berkoordinasi dengan puskesmas setempat,’’ tegasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi bakal menyetop sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sebuah lembaga pendidikan bila terjadi penularan Covid-19 yang masif. ‘’Langkah ini skema pertama sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama, Red) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,’’ kata Kepala Dindik Ngawi Sumarsono, Rabu (5/1).

Sumarsono menyebut, ada dua acuan penularan Covid-19 di sebuah sekolah yang dikatakan masif. Yakni, positivity rate dan warga sekolah menyandang kontak erat lebih dari lima persen. Artinya, lembaga pendidikan tersebut menjadi klaster penularan virus korona. ‘’Penghentian sementara PTM-nya minimal dua pekan,’’ ujarnya.

Skema kedua penyetopan bila positivity rate di bawah lima persen. PTM yang dihentikan hanya pada rombongan belajar (rombel) terdapat kasus positif. Temponya lebih singkat, yakni selama lima hari. ‘’Selama penghentian sementara, peserta didik dan pengajar melakukan pembelajaran jarak jauh,’’ terang mantan kepala badan kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan itu.

Baca Juga :  Rp 248 Juta ‘’Diterbangkan’’ Angin Kencang

Kendati demikian, Sumarsono menyebut bahwa skema penyetopan PTM sesuai SKB itu dinamis. Ketua Satgas Covid-19 Ony Anwar Harsono yang akan memutuskan berapa lama penghentiannya. ‘’Yang jelas, jika ada siswa sakit dengan gejala Covid-19, pihak sekolah harus segera berkoordinasi dengan puskesmas setempat,’’ tegasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/