alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Izin Operasional RS Geneng-Mantingan Rumit

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses pengurusan izin operasional Rumah Sakit (RS) Geneng dan Mantingan, Ngawi, berlarut-larut. Permohonan yang diajukan Februari lalu tidak dapat diproses sistem online single submission risk based approach (OSS RBA).

Penyebabnya, berkas yang diajukan belum dilengkapi dokumen struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) dari kedua fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu. ‘’Karena SOTK sebagai legalitas bahwa lembaga yang diusulkan benar-benar sah,’’ kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Heri Nur Fachrudin, Selasa (5/4).

Dinkes mengetahui adanya kendala pertengahan bulan lalu.  Proses pengurusan izin RS Geneng dalam OSS RBA macet. Perangkat daerah itu sempat menduga sistemnya bermasalah. Namun, hasil konsultasi dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), persoalan tersebut akibat syarat yang diminta sistem belum terpenuhi. ‘’Persoalan hampir serupa juga terjadi di RS Mantingan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sudah Dilarang, tapi Warga Ngeyel Parkir Motor di Pedestrian Jalan Yos Sudarso

Heri menyampaikan, permohonan pengurusan izin operasional RS Geneng dan Mantingan di OSS RBA mesti diulang. Pihaknya akan membatalkan pengajuan tahap pertama. Lalu, mengajukan ulang lengkap dengan dokumen SOTK. ‘’Proses penyusunan SOTK masih di bagian hukum, harapannya pekan ini selesai,’’ ucapnya.

Dinkes menyiapkan alternatif pendaftaran izin operasional dua RS tipe D itu secara manual. Input ke OSS RBA dilakukan tatkala skema tersebut berjalan lancar. ‘’Karena kendala ini, beroperasinya RS Geneng dan Mantingan mundur dari target April,’’ ungkap Heri.

Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto menambahkan, pengusulan ulang merupakan satu-satunya jalan keluar. Sebab, sistem OSS RBA meminta persyaratan komplet. ‘’Dimulai lagi dari nol. Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi, proses pengurusannya akan cepat,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses pengurusan izin operasional Rumah Sakit (RS) Geneng dan Mantingan, Ngawi, berlarut-larut. Permohonan yang diajukan Februari lalu tidak dapat diproses sistem online single submission risk based approach (OSS RBA).

Penyebabnya, berkas yang diajukan belum dilengkapi dokumen struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) dari kedua fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu. ‘’Karena SOTK sebagai legalitas bahwa lembaga yang diusulkan benar-benar sah,’’ kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Heri Nur Fachrudin, Selasa (5/4).

Dinkes mengetahui adanya kendala pertengahan bulan lalu.  Proses pengurusan izin RS Geneng dalam OSS RBA macet. Perangkat daerah itu sempat menduga sistemnya bermasalah. Namun, hasil konsultasi dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), persoalan tersebut akibat syarat yang diminta sistem belum terpenuhi. ‘’Persoalan hampir serupa juga terjadi di RS Mantingan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Stop Layani Perekaman E-KTP Selama PPKM Darurat

Heri menyampaikan, permohonan pengurusan izin operasional RS Geneng dan Mantingan di OSS RBA mesti diulang. Pihaknya akan membatalkan pengajuan tahap pertama. Lalu, mengajukan ulang lengkap dengan dokumen SOTK. ‘’Proses penyusunan SOTK masih di bagian hukum, harapannya pekan ini selesai,’’ ucapnya.

Dinkes menyiapkan alternatif pendaftaran izin operasional dua RS tipe D itu secara manual. Input ke OSS RBA dilakukan tatkala skema tersebut berjalan lancar. ‘’Karena kendala ini, beroperasinya RS Geneng dan Mantingan mundur dari target April,’’ ungkap Heri.

Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto menambahkan, pengusulan ulang merupakan satu-satunya jalan keluar. Sebab, sistem OSS RBA meminta persyaratan komplet. ‘’Dimulai lagi dari nol. Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi, proses pengurusannya akan cepat,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/