alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Wakil Rakyat Minta Langkah Tepat-Moderat, Jaga Kondisi Pasar agar Tetap Hidup

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Setelah melakukan monitoring ke tiga pasar di wilayah Ngawi timur sehari sebelumnya, Komisi III DPRD Ngawi kembali menggelar kegiatan serupa Kamis (4/6). Kali ini giliran tiga pasar di wilayah Ngawi barat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pasar saat ini pasca munculnya Covid-19.

King -sapaan Yuwono Kartiko- menilai upaya penanganan pencegahan Covid-19 di pasar tradisional selama ini kontradiktif dengan kegiatan pemulihan ekonomi masyarakat. Di satu sisi, pasar harus ramai supaya ekonominya hidup, tapi di sisi lain itu dilarang.

Sementara, treatment yang dilakukan pemkab sangat berdampak pada kondisi perekonomian di pasar tradisional. Sekitar 30 persen pedagang, kata dia, kini sudah tidak berjualan. Sedangakan yang bertahan, omzetnya menurun lebih dari 50 persen. ‘’Harusnya pemkab bisa memilah dalam melakukan treatment di pasar tradisional,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kontes Ayam Lidi di Desa Kersoharjo-Ngawi, Adu Tarung tanpa Perlu Menyakiti

Penanganan yang dijalankan, misalnya, dengan memberikan diskon sewa kios seperti yang sudah dilakukan selama ini dan pembebasan retribusi selama tiga bulan sejak pandemi. Langkah itu dinilai lebih tepat dan moderat daripada penanganan yang kontradiktif sebelumnya. ‘’Sekarang mau dilaksanakan new normal, mudah-mudahan (pedagang pasar) bisa segera beradaptasi,’’ harapnya.

King mengaku bakal memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan rapat dengar pendapat Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dibahas dengan dinas terkait. Salah satunya permintaan pedagang agar waktu pembebasan retribusi diperpanjang. ‘’Pemkab harus lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan, apalagi terkait retribusi yang berpengaruh terhadap PAD (pendapatan asli daerah, Red),’’ ungkapnya. (tif/c1/odi/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Setelah melakukan monitoring ke tiga pasar di wilayah Ngawi timur sehari sebelumnya, Komisi III DPRD Ngawi kembali menggelar kegiatan serupa Kamis (4/6). Kali ini giliran tiga pasar di wilayah Ngawi barat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pasar saat ini pasca munculnya Covid-19.

King -sapaan Yuwono Kartiko- menilai upaya penanganan pencegahan Covid-19 di pasar tradisional selama ini kontradiktif dengan kegiatan pemulihan ekonomi masyarakat. Di satu sisi, pasar harus ramai supaya ekonominya hidup, tapi di sisi lain itu dilarang.

Sementara, treatment yang dilakukan pemkab sangat berdampak pada kondisi perekonomian di pasar tradisional. Sekitar 30 persen pedagang, kata dia, kini sudah tidak berjualan. Sedangakan yang bertahan, omzetnya menurun lebih dari 50 persen. ‘’Harusnya pemkab bisa memilah dalam melakukan treatment di pasar tradisional,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Rebuild Songgolangit Tunggu Duit Pusat

Penanganan yang dijalankan, misalnya, dengan memberikan diskon sewa kios seperti yang sudah dilakukan selama ini dan pembebasan retribusi selama tiga bulan sejak pandemi. Langkah itu dinilai lebih tepat dan moderat daripada penanganan yang kontradiktif sebelumnya. ‘’Sekarang mau dilaksanakan new normal, mudah-mudahan (pedagang pasar) bisa segera beradaptasi,’’ harapnya.

King mengaku bakal memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan rapat dengar pendapat Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dibahas dengan dinas terkait. Salah satunya permintaan pedagang agar waktu pembebasan retribusi diperpanjang. ‘’Pemkab harus lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan, apalagi terkait retribusi yang berpengaruh terhadap PAD (pendapatan asli daerah, Red),’’ ungkapnya. (tif/c1/odi/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/