alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Renovasi Pasar Besar Ngawi Masih Gelap

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana renovasi Pasar Besar Ngawi (PBN) mencuat sejak tahun lalu. Namun, hingga saat ini tindak lanjutnya belum ada kepastian. Kondisi itu membuat sejumlah pedagang galau.

Winarni, sekretaris paguyuban pedagang PBN, mengungkapkan bahwa tahun lalu para pedagang sudah dikumpulkan dan diberikan opsi relokasi. ‘’Tidak tahu kenapa sampai sekarang tidak ada kejelasan. Tapi, saya juga mendapat informasi katanya anggaran renovasi akhirnya ditanggung pemerintah pusat,’’ ujarnya Minggu (5/1).

Diakuinya, pasar yang terakhir direnovasi sekitar 25 tahun silam itu kondisinya sudah tidak representatif lagi. Selain terlihat kumuh, saat hujan becek hingga warga enggan mampir. ‘’Meskipun namanya pasar tradisional, tapi seharusnya tempatnya tetap nyaman,’’ tuturnya.

Winarni menyebut, kondisi becek itu lantaran atap pasar bolong di beberapa titik. Celakanya lagi, drainase yang ada tidak berfungsi maksimal. ‘’Kalau pembeli tidak nyaman, bagaimana dagangan bisa laku,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Terpeleset, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Jebakan Tikus

Tidak hanya itu, lahan parkir yang tersedia kurang representatif. Itu masih diperparah adanya sejumlah pedagang yang menggelar dagangan di luar pasar. ‘’Mereka memilih berdagang di luar karena di dalam pasar sepi pembeli,’’ terangnya.

Winarni berharap, kelak renovasi yang dilakukan mampu memberikan wajah baru bagi PBN. Termasuk pemisahan antara pedagang barang basah dan kering. ‘’Misalnya pedagang pakaian di lantai dua, sedangkan sayuran dan daging di lantai dasar,’’ katanya.

Kepala UPT Pengelolaan Pasar Besar Ngawi Nur Indah mengakui hingga saat ini belum ada kejelasan kapan renovasi PBN dilakukan. Pun, petunjuk teknis tentang relokasi pedagang masih gelap. ‘’Saya harap pedagang tetap tenang dan berjualan seperti biasa,’’ pintanya. (mg1/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana renovasi Pasar Besar Ngawi (PBN) mencuat sejak tahun lalu. Namun, hingga saat ini tindak lanjutnya belum ada kepastian. Kondisi itu membuat sejumlah pedagang galau.

Winarni, sekretaris paguyuban pedagang PBN, mengungkapkan bahwa tahun lalu para pedagang sudah dikumpulkan dan diberikan opsi relokasi. ‘’Tidak tahu kenapa sampai sekarang tidak ada kejelasan. Tapi, saya juga mendapat informasi katanya anggaran renovasi akhirnya ditanggung pemerintah pusat,’’ ujarnya Minggu (5/1).

Diakuinya, pasar yang terakhir direnovasi sekitar 25 tahun silam itu kondisinya sudah tidak representatif lagi. Selain terlihat kumuh, saat hujan becek hingga warga enggan mampir. ‘’Meskipun namanya pasar tradisional, tapi seharusnya tempatnya tetap nyaman,’’ tuturnya.

Winarni menyebut, kondisi becek itu lantaran atap pasar bolong di beberapa titik. Celakanya lagi, drainase yang ada tidak berfungsi maksimal. ‘’Kalau pembeli tidak nyaman, bagaimana dagangan bisa laku,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Soal Relokasi Pedagang PBN, Pemkab Akhirnya Melunak

Tidak hanya itu, lahan parkir yang tersedia kurang representatif. Itu masih diperparah adanya sejumlah pedagang yang menggelar dagangan di luar pasar. ‘’Mereka memilih berdagang di luar karena di dalam pasar sepi pembeli,’’ terangnya.

Winarni berharap, kelak renovasi yang dilakukan mampu memberikan wajah baru bagi PBN. Termasuk pemisahan antara pedagang barang basah dan kering. ‘’Misalnya pedagang pakaian di lantai dua, sedangkan sayuran dan daging di lantai dasar,’’ katanya.

Kepala UPT Pengelolaan Pasar Besar Ngawi Nur Indah mengakui hingga saat ini belum ada kejelasan kapan renovasi PBN dilakukan. Pun, petunjuk teknis tentang relokasi pedagang masih gelap. ‘’Saya harap pedagang tetap tenang dan berjualan seperti biasa,’’ pintanya. (mg1/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/