alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Bangun Depo Arsip, Pemkab Ngawi Harus Lakukan Penghapusan Aset

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan panjang menyulap bangunan bekas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Ngawi menjadi depo arsip. Status asetnya perlu dihapus sebelum dibangun ulang dengan sarana layak. ‘’Penghapusan aset masih menunggu lelang KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang),’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ngawi Kartikawari Pinilih, Rabu (6/4).

Pinilih mengungkapkan, pembangunan depo arsip berlangsung dua tahap. Tahap pertama dimulai tahun ini dengan anggaran Rp 2,1 miliar. Pihaknya bakal membuat ruang penyimpanan arsip sesuai standardisasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). ‘’Ada sistem kelembapan temperatur dan kelembapan udara,’’ ujarnya.

Pembangunan tahap kedua dilanjutkan penyediaan laboratorium lengkap mesin scanner. Alat tersebut untuk mengalihkan arsip dari format konvensional menjadi digital. ‘’Pengalihan arsip dilakukan kalau sistem pengelolaan sudah tertata sempurna,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Gunadi: Dikbud Ngawi Harus Fokus Pemulihan Psikologis Korban Perundungan

Pinilih menuturkan, pembangunan depo arsip penting. Sebab, fasilitas itu belum tersedia. Pihaknya sampai memanfaatkan ruang Kabid pengelolaan arsip menjadi depo arsip sementara. ‘’Karena penarikan arsip perangkat daerah terus berjalan setiap tahunnya,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan panjang menyulap bangunan bekas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Ngawi menjadi depo arsip. Status asetnya perlu dihapus sebelum dibangun ulang dengan sarana layak. ‘’Penghapusan aset masih menunggu lelang KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang),’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ngawi Kartikawari Pinilih, Rabu (6/4).

Pinilih mengungkapkan, pembangunan depo arsip berlangsung dua tahap. Tahap pertama dimulai tahun ini dengan anggaran Rp 2,1 miliar. Pihaknya bakal membuat ruang penyimpanan arsip sesuai standardisasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). ‘’Ada sistem kelembapan temperatur dan kelembapan udara,’’ ujarnya.

Pembangunan tahap kedua dilanjutkan penyediaan laboratorium lengkap mesin scanner. Alat tersebut untuk mengalihkan arsip dari format konvensional menjadi digital. ‘’Pengalihan arsip dilakukan kalau sistem pengelolaan sudah tertata sempurna,’’ ucapnya.

Baca Juga :  PT MMP Jaring Puluhan Siswa Magang Kerja dari SMK PGRI 1 Ngawi

Pinilih menuturkan, pembangunan depo arsip penting. Sebab, fasilitas itu belum tersedia. Pihaknya sampai memanfaatkan ruang Kabid pengelolaan arsip menjadi depo arsip sementara. ‘’Karena penarikan arsip perangkat daerah terus berjalan setiap tahunnya,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/