23.7 C
Madiun
Monday, June 5, 2023

Penemuan Fosil Stegodon di Tempuran Tunggu Ahli dari BPSMP Sangiran

NGAWI – Usia fosil kaki gajah purba alias Stegodon yang ditemukan di Desa Tempuran, Paron, beberapa waktu lalu, segera terkuak. Itu setelah pihak Museum Trinil melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Kepala UPT Museum Trinil Hermanto Alfin Cahyono mengatakan, pihaknya saat ini sedang menunggu ahli dari BPSMP Sangiran untuk meneliti fosil tersebut. ‘’Bagaimanapun, itu (temuan fosil, Red) merupakan sesuatu yang penting untuk ilmu pengetahuan,’’ kata Alfin Jumat (5/7).

Kemarin, sejumlah petugas Museum Trinil sengaja turun gunung ke Tempuran. Kendati demikian, fosil tersebut belum dibawa ke museum untuk diteliti lebih lanjut. ‘’Untuk sementara ini fosil dititipkan di rumah salah seorang perangkat desa setempat,’’ ujarnya.

Alfin membenarkan bahwa fosil yang ditemukan di sungai Desa Tempuran tersebut merupakan tulang kaki depan Stegodon. Kesimpulan itu muncul setelah dilakukan pengecekan. Baik terhadap fosilnya maupun sekitar lokasi penemuan.

Baca Juga :  Dinkop UM Upgrade SDM KSP-USP

Pun, diduga kuat di sekitar lokasi penemuan awal masih tersimpan fosil-fosil lain. ‘’Fosil sengaja tidak kami bawa ke museum, supaya mempermudah proses penelitian lanjutan nantinya,’’ tutur Alfin kepada Radar Ngawi.

Fosil gajah purba tersebut ditemukan Slamet, seorang penambang pasir desa setempat, pada 17 Juni lalu. Tulang kaki Stegodon itu ditemukan di dasar sungai saat pemuda tersebut mencari pasir.

Temuan tersebut sempat hendak dibuang. Namun, setelah ditengarai merupakan fosil hewan purba, akhirnya disimpan di rumah seorang perangkat desa setempat. ‘’Sering pas cari pasir menemukan benda-benda aneh seperti itu. Ada yang bentuknya seperti tanduk rusa,’’ ujar Slamet. (den/c1/isd)

NGAWI – Usia fosil kaki gajah purba alias Stegodon yang ditemukan di Desa Tempuran, Paron, beberapa waktu lalu, segera terkuak. Itu setelah pihak Museum Trinil melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Kepala UPT Museum Trinil Hermanto Alfin Cahyono mengatakan, pihaknya saat ini sedang menunggu ahli dari BPSMP Sangiran untuk meneliti fosil tersebut. ‘’Bagaimanapun, itu (temuan fosil, Red) merupakan sesuatu yang penting untuk ilmu pengetahuan,’’ kata Alfin Jumat (5/7).

Kemarin, sejumlah petugas Museum Trinil sengaja turun gunung ke Tempuran. Kendati demikian, fosil tersebut belum dibawa ke museum untuk diteliti lebih lanjut. ‘’Untuk sementara ini fosil dititipkan di rumah salah seorang perangkat desa setempat,’’ ujarnya.

Alfin membenarkan bahwa fosil yang ditemukan di sungai Desa Tempuran tersebut merupakan tulang kaki depan Stegodon. Kesimpulan itu muncul setelah dilakukan pengecekan. Baik terhadap fosilnya maupun sekitar lokasi penemuan.

Baca Juga :  Menelusuri Padepokan Gunung Pengging Desa Watu Bonang

Pun, diduga kuat di sekitar lokasi penemuan awal masih tersimpan fosil-fosil lain. ‘’Fosil sengaja tidak kami bawa ke museum, supaya mempermudah proses penelitian lanjutan nantinya,’’ tutur Alfin kepada Radar Ngawi.

Fosil gajah purba tersebut ditemukan Slamet, seorang penambang pasir desa setempat, pada 17 Juni lalu. Tulang kaki Stegodon itu ditemukan di dasar sungai saat pemuda tersebut mencari pasir.

Temuan tersebut sempat hendak dibuang. Namun, setelah ditengarai merupakan fosil hewan purba, akhirnya disimpan di rumah seorang perangkat desa setempat. ‘’Sering pas cari pasir menemukan benda-benda aneh seperti itu. Ada yang bentuknya seperti tanduk rusa,’’ ujar Slamet. (den/c1/isd)

Terpopuler

Artikel Terbaru