alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Kedai Kopi dan Tenda Pengantin di Ngawi Ambruk Diterpa Angin Kencang

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Embusan angin kencang membuat tujuh orang beranjak keluar dari dalam kedai kopi di Desa Klitik, Geneng, Ngawi, kemarin (5/7) sore. Tidak berselang lama bangunan joglo berdinding bambu dan atap ijuk tersebut ambruk. Nyawa empat pekerja, dua pengunjung, dan seorang penjaga kedai itu selamat.

Aldi Yoga Setiawan, penjaga kedai kopi, mengungkapkan bahwa angin kencang berembus dari arah selatan sekitar pukul 16.00. Empasannya sempat membuat bangunan kedai terangkat. Tanpa pikir panjang semua orang di dalam kedai diminta menyelamatkan diri. ‘’Kami masuk ke rumah warga di belakang kedai, setelah itu bagian depan kedai ambruk,’’ ujarnya.

Yoga menyampaikan, kedai berusia tiga tahun. Kondisi bambu diperkirakan telah rapuh hingga akhirnya tidak kuat menahan sapuan angin kencang. Bangunan semipermanen itu rata dengan tanah. ‘’Peralatan dapur seperti gelas dan piring hancur karena tertimpa material bangunan,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Cabor Sepak Bola Ngawi Gagal Ikut Porprov VII Jatim

Angin kencang juga memorakporandakan tenda pernikahan warga Klitik. Lokasinya berjarak sekitar 50 meter dari kedai kopi. Keluarga pengantin dan tetangga bekerja bakti memperbaiki tenda setelah cuaca dirasa aman. ‘’Awalnya hujan lebat, tapi tahu-tahu angin kencang datang,’’ kata Siti Rukoyah, warga setempat.

Siti mengungkapkan, rumahnya juga menjadi sasaran amukan angin kencang. Sejumlah genting beterbangan. Lubang pada atap membuat air hujan membasahi sejumlah ruangan. ‘’Untungnya saat kejadian tidak ada orang di dalam rumah,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Embusan angin kencang membuat tujuh orang beranjak keluar dari dalam kedai kopi di Desa Klitik, Geneng, Ngawi, kemarin (5/7) sore. Tidak berselang lama bangunan joglo berdinding bambu dan atap ijuk tersebut ambruk. Nyawa empat pekerja, dua pengunjung, dan seorang penjaga kedai itu selamat.

Aldi Yoga Setiawan, penjaga kedai kopi, mengungkapkan bahwa angin kencang berembus dari arah selatan sekitar pukul 16.00. Empasannya sempat membuat bangunan kedai terangkat. Tanpa pikir panjang semua orang di dalam kedai diminta menyelamatkan diri. ‘’Kami masuk ke rumah warga di belakang kedai, setelah itu bagian depan kedai ambruk,’’ ujarnya.

Yoga menyampaikan, kedai berusia tiga tahun. Kondisi bambu diperkirakan telah rapuh hingga akhirnya tidak kuat menahan sapuan angin kencang. Bangunan semipermanen itu rata dengan tanah. ‘’Peralatan dapur seperti gelas dan piring hancur karena tertimpa material bangunan,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Sepi Pembeli, Harga Ayam Naik Tinggi

Angin kencang juga memorakporandakan tenda pernikahan warga Klitik. Lokasinya berjarak sekitar 50 meter dari kedai kopi. Keluarga pengantin dan tetangga bekerja bakti memperbaiki tenda setelah cuaca dirasa aman. ‘’Awalnya hujan lebat, tapi tahu-tahu angin kencang datang,’’ kata Siti Rukoyah, warga setempat.

Siti mengungkapkan, rumahnya juga menjadi sasaran amukan angin kencang. Sejumlah genting beterbangan. Lubang pada atap membuat air hujan membasahi sejumlah ruangan. ‘’Untungnya saat kejadian tidak ada orang di dalam rumah,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru