alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Warga Bringin dan Sumberbening Alami Krisis Air Bersih Berkepanjangan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ratusan warga Dusun Boan, Desa Bringin, dan Sumberbening, Ngawi, agaknya masih akan mengalami krisis air bersih dalam kurun lama. Sebab, berbagai upaya menanggulangi kekeringan di dua desa itu sejauh ini tidak membuahkan hasil.

Bantuan sumur sibel dan tandon air dari pemkab sekitar empat tahun lalu juga bertepuk sebelah tangan. Infrastruktur itu diketahui beroperasi kurang dari satu bulan. ‘’Sumur macet tidak bisa digunakan karena debit airnya kecil,’’ kata Kepala Desa Sumberbening Hanif Hernawan, Rabu (6/10).

Hanif mengatakan, sumur sibel coba diperbaiki agar air dari kedalaman 148 meter itu dapat keluar. Namun, nihil hasil hingga tiga kali percobaan. Padahal, pembangunan sumur telah disesuaikan keberadaan mata air yang masih aktif. ‘’Rencananya dulu dibangun di Desa Bringin. Tapi, setelah dicek geolistrik, tidak ada sumber air yang memadai,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Ony Prediksi Nilai Transaksi Pasar Besar Ngawi Capai Rp 1,5 M

Selain itu, Pemdes Sumberbening tiga kali mendapatkan tawaran bantuan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). Yakni, pada 2015, 2018, dan tahun ini. Namun, tawaran tersebut tidak diambil lantaran kondisinya tidak memungkinkan. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ratusan warga Dusun Boan, Desa Bringin, dan Sumberbening, Ngawi, agaknya masih akan mengalami krisis air bersih dalam kurun lama. Sebab, berbagai upaya menanggulangi kekeringan di dua desa itu sejauh ini tidak membuahkan hasil.

Bantuan sumur sibel dan tandon air dari pemkab sekitar empat tahun lalu juga bertepuk sebelah tangan. Infrastruktur itu diketahui beroperasi kurang dari satu bulan. ‘’Sumur macet tidak bisa digunakan karena debit airnya kecil,’’ kata Kepala Desa Sumberbening Hanif Hernawan, Rabu (6/10).

Hanif mengatakan, sumur sibel coba diperbaiki agar air dari kedalaman 148 meter itu dapat keluar. Namun, nihil hasil hingga tiga kali percobaan. Padahal, pembangunan sumur telah disesuaikan keberadaan mata air yang masih aktif. ‘’Rencananya dulu dibangun di Desa Bringin. Tapi, setelah dicek geolistrik, tidak ada sumber air yang memadai,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kiprah Arif Prianto sebagai Seniman Tato di Ngawi

Selain itu, Pemdes Sumberbening tiga kali mendapatkan tawaran bantuan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). Yakni, pada 2015, 2018, dan tahun ini. Namun, tawaran tersebut tidak diambil lantaran kondisinya tidak memungkinkan. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/