23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

PKL Liar Menjamur di Jalan Serong Alun-Alun Merdeka, Pedagang NSF Protes

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Para pedagang Ngawi Street Food (NSF) uring-uringan. Pemicunya, Jalan Serong Timur dan Barat di Alun-Alun Merdeka, kini menjamur pedagang kaki lima (PKL) liar. Padahal, pemkab mensterilkan ruas tersebut dari aktivitas perdagangan sejak Februari tahun lalu.

Puluhan pedagang dari paguyuban PKL NSF menyampaikan protesnya ke kantor dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK), Senin (5/12). ‘’Ramai PKL sejak lima bulan terakhir,’’ kata Suyanto, koordinator paguyuban PKL NSF.

Suyanto mengatakan, DPPTK diminta menindak tegas PKL liar. Sebab kehadirannya mengurangi kunjungan pembeli ke NSF. Masyarakat lebih memilih jajan di dalam kawasan alun-alun karena bisa sekaligus menikmati suasana. ‘’Akibatnya, kondisi NSF semakin sepi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kali Tempuk Masuk Deliniasi Benteng Pendem

Paguyuban PKL NSF juga meminta pemkab serius mem-branding NSF. Upaya pencitraan yang dilakukan selama ini dirasa belum maksimal. Nihil event besar untuk menyampaikan ke publik bahwa NSF merupakan pusat kuliner di Ngawi. ‘’Harusnya bikin event agar NSF dikenal banyak orang,’’ ucapnya.

Menurut Suyanto, penghasilan para pedagang NSF masih kecil setelah hampir dua tahun dipindah. Jumlahnya menurun bila dibandingkan saat masih berjualan di dalam kawasan alun-alun. ‘’Kalau dulu bisa dapat Rp 300 per hari, saat ini Rp 50 ribu saja susah,’’ ungkapnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Para pedagang Ngawi Street Food (NSF) uring-uringan. Pemicunya, Jalan Serong Timur dan Barat di Alun-Alun Merdeka, kini menjamur pedagang kaki lima (PKL) liar. Padahal, pemkab mensterilkan ruas tersebut dari aktivitas perdagangan sejak Februari tahun lalu.

Puluhan pedagang dari paguyuban PKL NSF menyampaikan protesnya ke kantor dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK), Senin (5/12). ‘’Ramai PKL sejak lima bulan terakhir,’’ kata Suyanto, koordinator paguyuban PKL NSF.

Suyanto mengatakan, DPPTK diminta menindak tegas PKL liar. Sebab kehadirannya mengurangi kunjungan pembeli ke NSF. Masyarakat lebih memilih jajan di dalam kawasan alun-alun karena bisa sekaligus menikmati suasana. ‘’Akibatnya, kondisi NSF semakin sepi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dewan Anggap Pasar Besar Ngawi Layak Ditelaah Jadi Perusahaan Daerah

Paguyuban PKL NSF juga meminta pemkab serius mem-branding NSF. Upaya pencitraan yang dilakukan selama ini dirasa belum maksimal. Nihil event besar untuk menyampaikan ke publik bahwa NSF merupakan pusat kuliner di Ngawi. ‘’Harusnya bikin event agar NSF dikenal banyak orang,’’ ucapnya.

Menurut Suyanto, penghasilan para pedagang NSF masih kecil setelah hampir dua tahun dipindah. Jumlahnya menurun bila dibandingkan saat masih berjualan di dalam kawasan alun-alun. ‘’Kalau dulu bisa dapat Rp 300 per hari, saat ini Rp 50 ribu saja susah,’’ ungkapnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru