alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Kemenkes Tunda Pendanaan Proyek Instalasi Bedah Sentral RSUD dr Soeroto Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pupus sudah harapan melanjutkan proyek instalasi bedah sentral RSUD dr Soeroto, Ngawi pada tahun ini. Menyusul kepastian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunda kucuran dana pembangunan tahap kedua.

Dengan demikian, bangunan empat lantai yang masih berlapis semen ekspose itu menganggur hingga batas waktu yang belum ditentukan. ‘’Alasan penundaan karena tidak masuk skala prioritas,’’ kata Direktur RSUD dr Soeroto Agus Priyambodo, Senin (7/2).

Agus mengatakan, Kemenkes berfokus pada penanganan pandemi Covid-19 yang belum terlihat tanda segera berakhir. Salah satunya, memperkuat pelayanan kesehatan penderita virus korona. Anggaran pembangunan fisik diarahkan pada fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) ibu hamil dan anak. ‘’Angka kematian ibu hamil dan anak relatif masih tinggi,’’ ujarnya.

Pasca penundaan, RSUD mengusulkan ulang permohonan pendanaan tahun depan. Biaya lanjutan proyek instalasi bedah sentral yang mulai dikerjakan tahun lalu ditaksir lebih besar. Dari sebelumnya Rp 12,6 miliar menjadi Rp 30 miliar. ‘’Tahap kedua bukan hanya penyempurnaan, melainkan penyediaan fasilitas pendukung dan kelengkapan peralatan medis,’’ beber Agus.

Baca Juga :  Disperkim Ambil Sampel Air Asin di Warukkalong

Dia mengaku tidak mempermasalahkan tertundanya pengerjaan proyek tahap kedua. Sebab, instalasi bedah sentral merupakan pengembangan pelayanan lembaganya. Sejauh ini pihaknya telah memiliki empat operatie kamer (OK) atau kamar operasi. ‘’Instalasi bedah sentral akan menambah total kamar operasi menjadi enam,’’ paparnya.

Kendati sifatnya pengembangan, penambahan kamar operasi diklaim penting. Menimbang urgensi fasilitas tersebut yang belakangan meningkat. ‘’Seperti operasi korban laka lantas (kecelakaan lalu lintas) karena tingkat kerawanan jalan di Ngawi cukup tinggi,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pupus sudah harapan melanjutkan proyek instalasi bedah sentral RSUD dr Soeroto, Ngawi pada tahun ini. Menyusul kepastian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunda kucuran dana pembangunan tahap kedua.

Dengan demikian, bangunan empat lantai yang masih berlapis semen ekspose itu menganggur hingga batas waktu yang belum ditentukan. ‘’Alasan penundaan karena tidak masuk skala prioritas,’’ kata Direktur RSUD dr Soeroto Agus Priyambodo, Senin (7/2).

Agus mengatakan, Kemenkes berfokus pada penanganan pandemi Covid-19 yang belum terlihat tanda segera berakhir. Salah satunya, memperkuat pelayanan kesehatan penderita virus korona. Anggaran pembangunan fisik diarahkan pada fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) ibu hamil dan anak. ‘’Angka kematian ibu hamil dan anak relatif masih tinggi,’’ ujarnya.

Pasca penundaan, RSUD mengusulkan ulang permohonan pendanaan tahun depan. Biaya lanjutan proyek instalasi bedah sentral yang mulai dikerjakan tahun lalu ditaksir lebih besar. Dari sebelumnya Rp 12,6 miliar menjadi Rp 30 miliar. ‘’Tahap kedua bukan hanya penyempurnaan, melainkan penyediaan fasilitas pendukung dan kelengkapan peralatan medis,’’ beber Agus.

Baca Juga :  Beli Dua Set CCTV Baru, Pemkab Ngawi Anggarkan Rp 1 Miliar

Dia mengaku tidak mempermasalahkan tertundanya pengerjaan proyek tahap kedua. Sebab, instalasi bedah sentral merupakan pengembangan pelayanan lembaganya. Sejauh ini pihaknya telah memiliki empat operatie kamer (OK) atau kamar operasi. ‘’Instalasi bedah sentral akan menambah total kamar operasi menjadi enam,’’ paparnya.

Kendati sifatnya pengembangan, penambahan kamar operasi diklaim penting. Menimbang urgensi fasilitas tersebut yang belakangan meningkat. ‘’Seperti operasi korban laka lantas (kecelakaan lalu lintas) karena tingkat kerawanan jalan di Ngawi cukup tinggi,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/