alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Diguncang ’’Gempa’’, Murid Berhamburan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan siswa SDN Kresikan 1, Geneng, berhamburan keluar ruang kelas. Sebagian lainnya memilih bersembunyi di bawah meja. Ada pula yang berlarian sambil beteriak histeris hingga saling bertabrakan.

Sementara, seorang guru coba menenangkan murid-muridnya dan mengarahkan ke halaman tengah. ‘’Katanya ada gempa, jadi langsung sembunyi di bawah meja,’’ kata Ilham, salah seorang siswa, Selasa (6/8).

Tidak lama berselang, sebuah mobil bersirine serta sejumlah warga dan anggota TNI datang ke lokasi. Mereka langsung membantu guru mengevakuasi siswa yang tertahan di kelas untuk keluar ruangan. Sebagian digendong petugas lantaran masih ketakutan.

Mereka lantas dikumpulkan di halaman sekolah sembari menunggu getaran gempa berhenti. ‘’Tas dan buku ditinggal di ruangan. Katanya nggak boleh bawa barang berat-berat,’’ tambah siswa kelas IV itu.

Baca Juga :  Gabah Trendam Banjir, Petani Buntung Jutaan Rupiah

Jangan salah, rentetan kejadian yang dialami Ilham dkk tersebut hanya bagian dari simulai kebencanaan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi. Rangkaian kegiatan pelatihan desa tangguh bencana (destana) itu juga diselingi simulasi penanganan banjir dan penyelamatan korban. ‘’Kami simulasikan dan ajari bagaimana cara menghadapi bencana, khususnya banjir, gempa, dan angin puting beliung,’’ terang Kasi Kedaruratan BPBD Alfian Wihaji Yudono.

Selain mengasah kesiapan menghadapi bencana, dalam kegiatan kemarin juga disosialisasikan langkah pencegahan seperti penghijauan dan penggunaan pupuk organik. ‘’Pelatihan kader destana di beberapa desa merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko adanya korban saat terjadi bencana,’’ imbuh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (gen/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan siswa SDN Kresikan 1, Geneng, berhamburan keluar ruang kelas. Sebagian lainnya memilih bersembunyi di bawah meja. Ada pula yang berlarian sambil beteriak histeris hingga saling bertabrakan.

Sementara, seorang guru coba menenangkan murid-muridnya dan mengarahkan ke halaman tengah. ‘’Katanya ada gempa, jadi langsung sembunyi di bawah meja,’’ kata Ilham, salah seorang siswa, Selasa (6/8).

Tidak lama berselang, sebuah mobil bersirine serta sejumlah warga dan anggota TNI datang ke lokasi. Mereka langsung membantu guru mengevakuasi siswa yang tertahan di kelas untuk keluar ruangan. Sebagian digendong petugas lantaran masih ketakutan.

Mereka lantas dikumpulkan di halaman sekolah sembari menunggu getaran gempa berhenti. ‘’Tas dan buku ditinggal di ruangan. Katanya nggak boleh bawa barang berat-berat,’’ tambah siswa kelas IV itu.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test 31 Santri Temboro Reaktif

Jangan salah, rentetan kejadian yang dialami Ilham dkk tersebut hanya bagian dari simulai kebencanaan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi. Rangkaian kegiatan pelatihan desa tangguh bencana (destana) itu juga diselingi simulasi penanganan banjir dan penyelamatan korban. ‘’Kami simulasikan dan ajari bagaimana cara menghadapi bencana, khususnya banjir, gempa, dan angin puting beliung,’’ terang Kasi Kedaruratan BPBD Alfian Wihaji Yudono.

Selain mengasah kesiapan menghadapi bencana, dalam kegiatan kemarin juga disosialisasikan langkah pencegahan seperti penghijauan dan penggunaan pupuk organik. ‘’Pelatihan kader destana di beberapa desa merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko adanya korban saat terjadi bencana,’’ imbuh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (gen/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/