23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Sepi Pembeli, Dewan Dorong Pemkab Tata Ulang Konsep Ngawi Street Food

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kegelisahan pedagang Ngawi Street Food (NSF) ihwal menjamurnya PKL liar di kawasan Alun-Alun Merdeka turut dirasakan komisi III DPRD. Sebab, kehadirannya kian mempersempit peluang pusat jajanan serba ada (pujasera) itu didatangi pembeli. 

Dua tahun terakhir, pemasukan puluhan pedagangnya saban hari diklaim tidak sebesar tatkala masih berjualan di Jalan Serong Barat dan Timur, kawasan alun-alun itu. ”Harus ada tindakan penertiban,” pinta Ketua Komisi III DPRD Ngawi Imam Nasrulloh, Selasa (6/12). 

Imam mengingatkan pemkab perihal tujuan merelokasi puluhan PKL ke NSF guna menata kawasan alun-alun. Ruang terbuka hijau itu dijadikan sarana rekreasi dan olahraga keluarga.

Bila dalam pelaksanaannya disusupi PKL liar, pemkab harus konsekuen dengan tindakan sterilisasi. ”Sudah bagus alun-alun ditata. Kalau untuk kuliner difokuskan ke Ngawi Street Food ,” ujarnya. 

Komisi III mendorong dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK) menata ulang konsep Ngawi Street Food. Pendataan pedagang, salah satunya. Lapak yang sekiranya tidak aktif untuk berjualan bisa ditempati pedagang lain. 

Baca Juga :  Pedagang Taman Dungus Diminta Berkiblat Taman Candi

Kemudian, berinovasi terhadap menu makanan. Kecenderungannya sama antara satu pedagang dengan lainnya. Pilihan makanan yang ingin disantap konsumen pun tidak banyak.

‘’Sangat disayangkan kalau makanan di sentra kuliner hanya itu-itu saja. Perlu menu yang lebih beragam,’’ sarannya Imam.

Dia mengatakan, paguyuban Ngawi Street Food akan diundang rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat. Pihaknya ingin mengetahui rundung masalahnya. Penjaringan keluhan itu bakkal ditindaklanjuti hearing lanjutan bersama DPPTK dan dinas pariwisata pemuda dan olahraga. 

Bila DPPTK merupakan leading sector pedagang, instansi yang terakhir itu pengelola alun-alun. ”Kami carikan solusi bersama-sama,” ujarnya sembari menyebut satpol PP selaku penegak penertiban juga akan diundang. (sae/cor)

 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kegelisahan pedagang Ngawi Street Food (NSF) ihwal menjamurnya PKL liar di kawasan Alun-Alun Merdeka turut dirasakan komisi III DPRD. Sebab, kehadirannya kian mempersempit peluang pusat jajanan serba ada (pujasera) itu didatangi pembeli. 

Dua tahun terakhir, pemasukan puluhan pedagangnya saban hari diklaim tidak sebesar tatkala masih berjualan di Jalan Serong Barat dan Timur, kawasan alun-alun itu. ”Harus ada tindakan penertiban,” pinta Ketua Komisi III DPRD Ngawi Imam Nasrulloh, Selasa (6/12). 

Imam mengingatkan pemkab perihal tujuan merelokasi puluhan PKL ke NSF guna menata kawasan alun-alun. Ruang terbuka hijau itu dijadikan sarana rekreasi dan olahraga keluarga.

Bila dalam pelaksanaannya disusupi PKL liar, pemkab harus konsekuen dengan tindakan sterilisasi. ”Sudah bagus alun-alun ditata. Kalau untuk kuliner difokuskan ke Ngawi Street Food ,” ujarnya. 

Komisi III mendorong dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK) menata ulang konsep Ngawi Street Food. Pendataan pedagang, salah satunya. Lapak yang sekiranya tidak aktif untuk berjualan bisa ditempati pedagang lain. 

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Tangani Darurat PMK Pakai Anggaran Belanja Tak Terduga

Kemudian, berinovasi terhadap menu makanan. Kecenderungannya sama antara satu pedagang dengan lainnya. Pilihan makanan yang ingin disantap konsumen pun tidak banyak.

‘’Sangat disayangkan kalau makanan di sentra kuliner hanya itu-itu saja. Perlu menu yang lebih beragam,’’ sarannya Imam.

Dia mengatakan, paguyuban Ngawi Street Food akan diundang rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat. Pihaknya ingin mengetahui rundung masalahnya. Penjaringan keluhan itu bakkal ditindaklanjuti hearing lanjutan bersama DPPTK dan dinas pariwisata pemuda dan olahraga. 

Bila DPPTK merupakan leading sector pedagang, instansi yang terakhir itu pengelola alun-alun. ”Kami carikan solusi bersama-sama,” ujarnya sembari menyebut satpol PP selaku penegak penertiban juga akan diundang. (sae/cor)

 

Most Read

Artikel Terbaru