alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Dua Jembatan Kolonial Belanda di Karanganyar-Ngawi Berlubang

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dua jembatan di Kecamatan Karanganyar, Ngawi, rusak. Permukaan Jembatan Nglondan masuk Desa Sriwedari dan Gembol berlubang hingga membahayakan pengguna jalan. ‘’Banyak warga yang tersungkur karena ban kendaraannya masuk lubang itu,’’ kata Camat Karanganyar Wibowo, Sabtu (8/1).

Wibowo mengungkapkan, Jembatan Nglondan dan Gembol merupakan jalur arteri menuju Desa Mengger. Demi menghindari celaka, tidak sedikit pengendara bermotor pilih putar arah. Mereka rela melewati ruas jalan masuk Kecamatan Mantingan atau Desa Sriwedari kendati jaraknya lebih jauh. ‘’Apalagi kalau malam, berbahaya,’’ ujarnya.

Menurut Wibowo, kerusakan dua jembatan zaman kolonial Belanda itu menghambat aktivitas perekonomian dan pembangunan. Sebab, ruas jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan material bangunan. ‘’Kami berharap bisa segera diperbaiki DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, Red),’’ harapnya.

Baca Juga :  Jalur Ring Road Timur Ngawi Banyak Lubang

Kepala DPUPR Ngawi Mohammad Sadli mengatakan, perbaikan Jembatan Nglondan dan Gembol dilakukan tahun ini. Lelang proyeknya dilakukan paling cepat bulan depan. ‘’Perbaikan menjadi prioritas karena kerusakannya cukup parah,’’ ujarnya.

Menurut Sadli, pelat kedua jembatan masih berbahan kayu. Kondisinya sudah keropos. Pihaknya berencana mengganti dengan pelat beton. ‘’Alokasi anggarannya untuk Jembatan Nglondan Rp 2,9 miliar dan Gembol Rp 412 juta,’’ sebutnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dua jembatan di Kecamatan Karanganyar, Ngawi, rusak. Permukaan Jembatan Nglondan masuk Desa Sriwedari dan Gembol berlubang hingga membahayakan pengguna jalan. ‘’Banyak warga yang tersungkur karena ban kendaraannya masuk lubang itu,’’ kata Camat Karanganyar Wibowo, Sabtu (8/1).

Wibowo mengungkapkan, Jembatan Nglondan dan Gembol merupakan jalur arteri menuju Desa Mengger. Demi menghindari celaka, tidak sedikit pengendara bermotor pilih putar arah. Mereka rela melewati ruas jalan masuk Kecamatan Mantingan atau Desa Sriwedari kendati jaraknya lebih jauh. ‘’Apalagi kalau malam, berbahaya,’’ ujarnya.

Menurut Wibowo, kerusakan dua jembatan zaman kolonial Belanda itu menghambat aktivitas perekonomian dan pembangunan. Sebab, ruas jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan material bangunan. ‘’Kami berharap bisa segera diperbaiki DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, Red),’’ harapnya.

Baca Juga :  Kapasitas Jaringan Air Ngawi Street Food Tidak Ideal

Kepala DPUPR Ngawi Mohammad Sadli mengatakan, perbaikan Jembatan Nglondan dan Gembol dilakukan tahun ini. Lelang proyeknya dilakukan paling cepat bulan depan. ‘’Perbaikan menjadi prioritas karena kerusakannya cukup parah,’’ ujarnya.

Menurut Sadli, pelat kedua jembatan masih berbahan kayu. Kondisinya sudah keropos. Pihaknya berencana mengganti dengan pelat beton. ‘’Alokasi anggarannya untuk Jembatan Nglondan Rp 2,9 miliar dan Gembol Rp 412 juta,’’ sebutnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/