alexametrics
27 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Petaka Jelang Buka Puasa, Bocah 10 Tahun di Ngawi Tenggelam di Bengawan Madiun

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan suami istri yang tinggal di Desa Mangunharjo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, ini berbuka puasa dengan pikiran tidak tenang Rabu (6/4). Hariyanto dan Kofiyati mencemaskan Ahmad Bintang Arvinno, anak bungsunya, yang tidak kunjung pulang sejak pamit ngabuburit.

Perasaan khawatir seketika berubah duka menjelang salat Tarawih. Keduanya diberi tahu bahwa Vinno, sapaan sang anak, hanyut di aliran Bengawan Madiun, desa setempat. Bocah 10 tahun itu ditemukan keesokan harinya dengan kondisi sudah tidak bernyawa. ‘’Salah seorang temannya yang memberi tahu bahwa korban tenggelam,’’ kata Kapolsek Ngawi AKP Suyadi kemarin (7/4).

Informasi yang dihimpun, Vinno dan lima temannya bermain petasan meriam spiritus di tepi Bengawan Madiun sekitar pukul 15.00. Lokasinya berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah korban. Menjelang waktu berbuka puasa, mereka tidak kunjung pulang. Vinno yang keasyikan tidak sadar berada terlalu dekat dengan bibir bengawan. Kakinya terpeleset dan jatuh ke sungai.

Salah seorang temannya berusaha menolong. Bukan dengan berenang, melainkan mencari kayu untuk menarik tubuh Vinno ke atas. ‘’Tapi, kayunya tidak kunjung ketemu dan korban sudah hanyut karena arus cukup deras,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dana Talangan Pembebasan Lahan Tak Beres

Suyadi menyampaikan, kelima teman Vinno tidak segera menceritakan kejadian itu ke orang tuanya. Mereka baru berani cerita setelah didesak oleh warga. ‘’Tidak mau cerita karena takut,’’ tuturnya.

Pencarian Vinno dilakukan pada malam itu juga. Karena kondisinya tidak memungkinkan, warga dan petugas gabungan hanya menelusuri daratan pinggir bengawan. Aktivitas tersebut dihentikan pukul 22.00. Sebelum akhirnya dilanjutkan sekitar pukul 07.45 kemarin.

Sedikitnya 150 personel dan enam perahu karet diterjunkan. Manuver membuat ombak harus dilakukan lantaran titik tenggelam tidak diketahui. Setelah delapan jam pencarian, jasad korban baru naik ke permukaan. ‘’Korban ditemukan kurang dari satu kilometer dari titik hanyut,’’ beber Kapolsek.

Dia mengatakan, Vinno meninggal murni karena tenggelam. Hasil olah tempat kejadian perkara dan visum luar, nihil tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. ‘’Jasad korban diserahkan ke rumah duka. Pihak keluarga ikhlas menerima sebagai musibah,’’ tuturnya. (tr1/c1/cor/her)

 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan suami istri yang tinggal di Desa Mangunharjo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, ini berbuka puasa dengan pikiran tidak tenang Rabu (6/4). Hariyanto dan Kofiyati mencemaskan Ahmad Bintang Arvinno, anak bungsunya, yang tidak kunjung pulang sejak pamit ngabuburit.

Perasaan khawatir seketika berubah duka menjelang salat Tarawih. Keduanya diberi tahu bahwa Vinno, sapaan sang anak, hanyut di aliran Bengawan Madiun, desa setempat. Bocah 10 tahun itu ditemukan keesokan harinya dengan kondisi sudah tidak bernyawa. ‘’Salah seorang temannya yang memberi tahu bahwa korban tenggelam,’’ kata Kapolsek Ngawi AKP Suyadi kemarin (7/4).

Informasi yang dihimpun, Vinno dan lima temannya bermain petasan meriam spiritus di tepi Bengawan Madiun sekitar pukul 15.00. Lokasinya berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah korban. Menjelang waktu berbuka puasa, mereka tidak kunjung pulang. Vinno yang keasyikan tidak sadar berada terlalu dekat dengan bibir bengawan. Kakinya terpeleset dan jatuh ke sungai.

Salah seorang temannya berusaha menolong. Bukan dengan berenang, melainkan mencari kayu untuk menarik tubuh Vinno ke atas. ‘’Tapi, kayunya tidak kunjung ketemu dan korban sudah hanyut karena arus cukup deras,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Omzet Jajanan Khas di Kios Sumiyem Turun Drastis

Suyadi menyampaikan, kelima teman Vinno tidak segera menceritakan kejadian itu ke orang tuanya. Mereka baru berani cerita setelah didesak oleh warga. ‘’Tidak mau cerita karena takut,’’ tuturnya.

Pencarian Vinno dilakukan pada malam itu juga. Karena kondisinya tidak memungkinkan, warga dan petugas gabungan hanya menelusuri daratan pinggir bengawan. Aktivitas tersebut dihentikan pukul 22.00. Sebelum akhirnya dilanjutkan sekitar pukul 07.45 kemarin.

Sedikitnya 150 personel dan enam perahu karet diterjunkan. Manuver membuat ombak harus dilakukan lantaran titik tenggelam tidak diketahui. Setelah delapan jam pencarian, jasad korban baru naik ke permukaan. ‘’Korban ditemukan kurang dari satu kilometer dari titik hanyut,’’ beber Kapolsek.

Dia mengatakan, Vinno meninggal murni karena tenggelam. Hasil olah tempat kejadian perkara dan visum luar, nihil tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. ‘’Jasad korban diserahkan ke rumah duka. Pihak keluarga ikhlas menerima sebagai musibah,’’ tuturnya. (tr1/c1/cor/her)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/