alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Vega Hantam Supra, Dua Pelajar Tewas

NGAWI – Hidup dua pelajar SMP ini berakhir tragis. Keduanya meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Selasa (7/5). Fan, 15, warga Desa Sukowiyono, Padas, meninggal dalam perawatan medis. Sementara, Ang, 14, warga Desa Campurasri, Karangjati, tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP).

Laka terjadi di Km 14-15 Jalan Raya Ngawi-Karangjati, masuk Dusun Sambong, Desa Sidokerto, Karangjati. Bermula saat Fan dan Ang mengendarai Yamaha Vega R nopol AE 5204 BA dari selatan.

Sesaat sebelum sampai di lokasi kejadian sekitar pukul 05.00, Fan yang menyetir tidak menyadari ada pejalan kaki searah di depannya. ‘’Dari informasi yang dihimpun, keduanya (Fan dan Ang, Red) hendak ke Waduk Sangiran,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo.

Motor yang dikendarai Fan dan Ang akhirnya menyerempet Lif, 10, warga Dusun Samben, Desa Sidokerto, Karangjati. Lif seketika terjatuh. Sementara, kendaraan yang dinaiki dua remaja meluncur tak beraturan. Pada saat bersamaan, muncul Honda Supra nopol B 3382 AC yang dikendarai Gunakat, 47, warga Dusun Krompol, Bringin, dari arah berlawanan. ‘’Motor Vega melaju dengan kecepatan tinggi,’’ ungkap Cipto.

Tabrakan tidak bisa dihindari lantaran Vega oleng ke arah kanan. Kedua kendaraan keras beradu moncong. Fan dan Ang yang tidak mengenakan helm. jatuh terpelanting. Akibatnya, dua pelajar salah satu SMP di Karangjati itu mengalami luka parah di bagian kepala. ‘’Yang satu (Ang, Red) meninggal di TKP. Satunya lagi (Fan) meninggal saat dirawat di Puskesmas Karangjati,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Petaka Sepulang Takziah, Pasutri Tewas di Km 621 Tol Soker

Sementara, pejalan kaki dan pengendara Supra mengalami luka-luka. Aparat kepolisian masih mendalami kasus laka lantas tersebut. Pun, sejumlah saksi dikumpulkan untuk dimintai keterangan. ‘’Dua kendaraan yang terlibat laka kami amankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut,’’ ungkap Cipto.

Insiden maut tersebut menambah panjang daftar laka lantas yang melibatkan pelajar di Bumi Orek-Orek. Sedikitnya, sudah lima pelajar meregang nyawa akibat laka lantas selama 2019 ini.

‘’Para pelajar yang belum cukup umur seperti itu memang sudah bisa mengendarai motor. Tapi, kecakapannya belum mumpuni saat berada dalam kondisi yang tak terduga. Selain itu, juga belum belum memiliki SIM. Maka dari itu, kami mengimbau orang tua untuk tidak memfasilitasi kendaraan kepada anak-anaknya yang belum cukup umur,’’ pungkas Cipto. (den/isd)

NGAWI – Hidup dua pelajar SMP ini berakhir tragis. Keduanya meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Selasa (7/5). Fan, 15, warga Desa Sukowiyono, Padas, meninggal dalam perawatan medis. Sementara, Ang, 14, warga Desa Campurasri, Karangjati, tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP).

Laka terjadi di Km 14-15 Jalan Raya Ngawi-Karangjati, masuk Dusun Sambong, Desa Sidokerto, Karangjati. Bermula saat Fan dan Ang mengendarai Yamaha Vega R nopol AE 5204 BA dari selatan.

Sesaat sebelum sampai di lokasi kejadian sekitar pukul 05.00, Fan yang menyetir tidak menyadari ada pejalan kaki searah di depannya. ‘’Dari informasi yang dihimpun, keduanya (Fan dan Ang, Red) hendak ke Waduk Sangiran,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo.

Motor yang dikendarai Fan dan Ang akhirnya menyerempet Lif, 10, warga Dusun Samben, Desa Sidokerto, Karangjati. Lif seketika terjatuh. Sementara, kendaraan yang dinaiki dua remaja meluncur tak beraturan. Pada saat bersamaan, muncul Honda Supra nopol B 3382 AC yang dikendarai Gunakat, 47, warga Dusun Krompol, Bringin, dari arah berlawanan. ‘’Motor Vega melaju dengan kecepatan tinggi,’’ ungkap Cipto.

Tabrakan tidak bisa dihindari lantaran Vega oleng ke arah kanan. Kedua kendaraan keras beradu moncong. Fan dan Ang yang tidak mengenakan helm. jatuh terpelanting. Akibatnya, dua pelajar salah satu SMP di Karangjati itu mengalami luka parah di bagian kepala. ‘’Yang satu (Ang, Red) meninggal di TKP. Satunya lagi (Fan) meninggal saat dirawat di Puskesmas Karangjati,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Relokasi SDN 2 Tugurejo Butuh Rp 7 M

Sementara, pejalan kaki dan pengendara Supra mengalami luka-luka. Aparat kepolisian masih mendalami kasus laka lantas tersebut. Pun, sejumlah saksi dikumpulkan untuk dimintai keterangan. ‘’Dua kendaraan yang terlibat laka kami amankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut,’’ ungkap Cipto.

Insiden maut tersebut menambah panjang daftar laka lantas yang melibatkan pelajar di Bumi Orek-Orek. Sedikitnya, sudah lima pelajar meregang nyawa akibat laka lantas selama 2019 ini.

‘’Para pelajar yang belum cukup umur seperti itu memang sudah bisa mengendarai motor. Tapi, kecakapannya belum mumpuni saat berada dalam kondisi yang tak terduga. Selain itu, juga belum belum memiliki SIM. Maka dari itu, kami mengimbau orang tua untuk tidak memfasilitasi kendaraan kepada anak-anaknya yang belum cukup umur,’’ pungkas Cipto. (den/isd)

Most Read

Artikel Terbaru