alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Siswa Espero Antusias Ikuti KBM di Luar Kelas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemandangan berbeda terlihat di SMPN 2 (Espero) Ngawi Kamis (7/11). Siswa sekolah itu mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM) di luar kelas. ‘’Anak-anak sangat antusias. Saya rasa mereka memang membutuhkan itu (KBM di luar kelas, Red),’’ kata Kepala SMPN 2 Ngawi Hari Supriyono.

Hari menjelaskan, kegiatan outdoor itu merupakan salah satu rangkaian program Sekolah Ramah Anak 2019. Ada berbagai acara yang digelar. Mulai sarapan bareng, senam germas, membaca buku, hingga simulasi evakuasi bencana.

Siswa juga diajak bermain permainan jadul seperti dakon dan bakiak. Ada pula deklarasi dan pembentukan tim sekolah ramah anak bersama pengurus komite SMPN Ngawi. Kegiatan itu disaksikan pula oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Ngawi.

Menurut Hari, momen sehari belajar di luar kelas itu mampu me-refresh siswa setelah dijejali pelajaran dan tugas-tugas yang cukup padat berat. ‘’Paling tidak ini memberikan ruang kepada anak-anak untuk kembali ke dunianya,’’ ujar Hari.

Baca Juga :  PPDB Ngawi, Pagu 48 SMP Tak Terpenuhi

Dia juga menilai, kegiatan sehari belajar di luar kelas itu sangat baik untuk pendidikan karakter siswa. Hal itu sangat diperlukan di era sekarang, mengingat banyak anak didik yang mulai terpengaruh hal negatif dari perkembangan teknologi. ‘’Ini harus jadi perhatian para pemangku kepentingan. Kalau perlu ada peraturan mengenai waktu belajar dan mengaji anak di Ngawi,’’ tuturnya.

Hari menambahkan, selama dua tahun memimpin Espero, sekolahnya tidak pernah bersinggungan dengan masalah yang berkaitan dengan anak. ‘’Kami tidak pernah keluar dari koridor sekolah ramah anak,’’ tegasnya. (ti9/tif/c1/isd/adv/bar)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemandangan berbeda terlihat di SMPN 2 (Espero) Ngawi Kamis (7/11). Siswa sekolah itu mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM) di luar kelas. ‘’Anak-anak sangat antusias. Saya rasa mereka memang membutuhkan itu (KBM di luar kelas, Red),’’ kata Kepala SMPN 2 Ngawi Hari Supriyono.

Hari menjelaskan, kegiatan outdoor itu merupakan salah satu rangkaian program Sekolah Ramah Anak 2019. Ada berbagai acara yang digelar. Mulai sarapan bareng, senam germas, membaca buku, hingga simulasi evakuasi bencana.

Siswa juga diajak bermain permainan jadul seperti dakon dan bakiak. Ada pula deklarasi dan pembentukan tim sekolah ramah anak bersama pengurus komite SMPN Ngawi. Kegiatan itu disaksikan pula oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Ngawi.

Menurut Hari, momen sehari belajar di luar kelas itu mampu me-refresh siswa setelah dijejali pelajaran dan tugas-tugas yang cukup padat berat. ‘’Paling tidak ini memberikan ruang kepada anak-anak untuk kembali ke dunianya,’’ ujar Hari.

Baca Juga :  Mereka yang Berjaya di Jamus 100 Km 2019 (1)

Dia juga menilai, kegiatan sehari belajar di luar kelas itu sangat baik untuk pendidikan karakter siswa. Hal itu sangat diperlukan di era sekarang, mengingat banyak anak didik yang mulai terpengaruh hal negatif dari perkembangan teknologi. ‘’Ini harus jadi perhatian para pemangku kepentingan. Kalau perlu ada peraturan mengenai waktu belajar dan mengaji anak di Ngawi,’’ tuturnya.

Hari menambahkan, selama dua tahun memimpin Espero, sekolahnya tidak pernah bersinggungan dengan masalah yang berkaitan dengan anak. ‘’Kami tidak pernah keluar dari koridor sekolah ramah anak,’’ tegasnya. (ti9/tif/c1/isd/adv/bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/