23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Kena Lempar Batu, Suporter Futsal Asal Mejayan Masuk Rumah Sakit

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Perbuatan dua remaja ini sudah kelewatan. Polisi meringkus remaja pria berinisial ASA, 17, asal Kecamatan Pangkur, dan FM, yang berdomisili di salah satu desa di Kecamatan Ngawi.

Keduanya dibekuk atas dugaan pelemparan batu kepada Bin, 16, dan Muh, 16, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Tempat kejadian perkara (TKP)-nya di Jalan Raya Ngawi-Caruban masuk Desa Tawun, Kasreman, Minggu (4/12) petang. ‘’Kedua pelaku ditangkan Senin (5/12),” kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono, Rabu (7/12).

Agung mengungkapkan, aksi penganiayaan bermula ketika SMA dari masing-masing korban dan pelaku tanding dalam sebuah turnamen futsal.

Mereka menjadi suporter dalam laga final tersebut. Dalam pertandingan, kedua pelaku sempat diusir panitia turnamen. ”Karena alasan memprovokasi suporter lawan,” ujarnya.

Baca Juga :  Oknum Anggota LSM Peras Kades di Ngawi

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ASA dan FM merasa punya dendam terhadap Bin dan Muh selama pertandingan berlangsung. Korban yang dalam perjalanan pulang mengendarai motor lantas dipepet. Salah seorang pelaku melemparkan batu ke arah korban.

”Korban sampai jatuh karena melaju dengan kecepatan 70 kilometer per jam,” ujarnya sembari menyebut Bin mengalami luka parah dan dirawat di RS Santa Clara, Kota Madiun.

Agung mengatakan, ASA ditahan dan FM wajib lapor. Keduanya dijerat pasal 7 Undang-Undang 35/2014 tentang Perlindungan Anak. ”Ancaman hukumannya penjara maksimal lima tahun,” pungkasnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Perbuatan dua remaja ini sudah kelewatan. Polisi meringkus remaja pria berinisial ASA, 17, asal Kecamatan Pangkur, dan FM, yang berdomisili di salah satu desa di Kecamatan Ngawi.

Keduanya dibekuk atas dugaan pelemparan batu kepada Bin, 16, dan Muh, 16, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Tempat kejadian perkara (TKP)-nya di Jalan Raya Ngawi-Caruban masuk Desa Tawun, Kasreman, Minggu (4/12) petang. ‘’Kedua pelaku ditangkan Senin (5/12),” kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono, Rabu (7/12).

Agung mengungkapkan, aksi penganiayaan bermula ketika SMA dari masing-masing korban dan pelaku tanding dalam sebuah turnamen futsal.

Mereka menjadi suporter dalam laga final tersebut. Dalam pertandingan, kedua pelaku sempat diusir panitia turnamen. ”Karena alasan memprovokasi suporter lawan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasatpol PP Makassar Otaki Pembunuhan, Gegaranya Cinta Segitiga

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ASA dan FM merasa punya dendam terhadap Bin dan Muh selama pertandingan berlangsung. Korban yang dalam perjalanan pulang mengendarai motor lantas dipepet. Salah seorang pelaku melemparkan batu ke arah korban.

”Korban sampai jatuh karena melaju dengan kecepatan 70 kilometer per jam,” ujarnya sembari menyebut Bin mengalami luka parah dan dirawat di RS Santa Clara, Kota Madiun.

Agung mengatakan, ASA ditahan dan FM wajib lapor. Keduanya dijerat pasal 7 Undang-Undang 35/2014 tentang Perlindungan Anak. ”Ancaman hukumannya penjara maksimal lima tahun,” pungkasnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru