alexametrics
24.1 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Hadi Suharto, Tersangka Kasus Korupsi Mantingan Ditangkap

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdindik) Ngawi Hadi Suharto kini harus mendekam di tahanan Polres Ngawi. Tersangka kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan itu diamankan unit tipidkor satreskrim polres setempat setelah beberapa bulan melarikan diri ke luar kota. ‘’Tersangka ditangkap di rumahnya di Desa Pucangan, Ngrambe,’’ kata Kasubag Humas Polres Ngawi AKP Parasito Djoyo Hadi Santoso Rabu (8/7).

Parasito menjelaskan, penangkapan Hadi dilakukan lantaran yang bersangkutan sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi. Bahkan, kabur dari Ngawi. ‘’Pada 23 Maret saat akan dilakukan upaya paksa, tersangka lari ke luar kota,’’ ungkapnya.

Tidak lama berselang, polisi langsung melakukan perburuan. Namun, Hadi baru berhasil diamankan pada 6 Juli lalu di rumahnya. Saat ini, yang bersangkutan ditahan di Mapolres Ngawi untuk pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Sementara masih diperiksa terkait kasus korupsi tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Di Ngawi, Harga Kemasan Migor Dua Liter Dibanderol Rp 52 Ribu

Lalu, bagaimana dengan tersangka Supriyanto? Parasito menyatakan sejauh ini masih belum berhasil diamankan. Pria yang bertindak sebagai perantara dalam proses pengadaan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan itu juga kabur ketika akan dilakukan upaya paksa beberapa bulan lalu. ‘’Masih terus kami lakukan pengejaran,’’ katanya.

Kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan mencuat awal 2018 lalu. Setelah dilalukan proses penyelidikan, pada Januari lalu polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Hadi Suharto dan Supriyanto. Kasus rasuah tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp 1,1 miliar lebih. (tif/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdindik) Ngawi Hadi Suharto kini harus mendekam di tahanan Polres Ngawi. Tersangka kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan itu diamankan unit tipidkor satreskrim polres setempat setelah beberapa bulan melarikan diri ke luar kota. ‘’Tersangka ditangkap di rumahnya di Desa Pucangan, Ngrambe,’’ kata Kasubag Humas Polres Ngawi AKP Parasito Djoyo Hadi Santoso Rabu (8/7).

Parasito menjelaskan, penangkapan Hadi dilakukan lantaran yang bersangkutan sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi. Bahkan, kabur dari Ngawi. ‘’Pada 23 Maret saat akan dilakukan upaya paksa, tersangka lari ke luar kota,’’ ungkapnya.

Tidak lama berselang, polisi langsung melakukan perburuan. Namun, Hadi baru berhasil diamankan pada 6 Juli lalu di rumahnya. Saat ini, yang bersangkutan ditahan di Mapolres Ngawi untuk pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Sementara masih diperiksa terkait kasus korupsi tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Soal Banner Dildo, Bawaslu: Tidak Terkategori APK

Lalu, bagaimana dengan tersangka Supriyanto? Parasito menyatakan sejauh ini masih belum berhasil diamankan. Pria yang bertindak sebagai perantara dalam proses pengadaan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan itu juga kabur ketika akan dilakukan upaya paksa beberapa bulan lalu. ‘’Masih terus kami lakukan pengejaran,’’ katanya.

Kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan mencuat awal 2018 lalu. Setelah dilalukan proses penyelidikan, pada Januari lalu polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Hadi Suharto dan Supriyanto. Kasus rasuah tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp 1,1 miliar lebih. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/