alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Almuzyin Padukan Kincir Angin dengan Gerak Figure

Siapa bilang mainan tradisional  telah ditinggalkan? Asal mau berinovasi dengan ide-ide kreatif dan mengikuti pekembangan zaman pasti akan dilirik. Kincir angin figure yang dapat bergerak, ternyata masih banyak diminati.

——————–

SUGENG DWI, Geneng, Jawa Pos Radar Ngawi

KINCIR berbahan tripleks itu berputar tertiup angin. Warna-warni baling-balingnya. Petruk yang tengah mencangkul bergerak seirama kecepatan putarannya. Dua orang memompa juga sama menariknya. ‘’Figure-figure ini digerakkan kincir. Jadi, semakin cepat putarannya, gerakannya semakin kencang pula,’’ ujar Almuzyin,  pembuat kincir figure itu.

Musim kemarau jadi berkah bagi Almuzyin. Permintaan kincir figure buatannya melonjak signifikan. Dalam sehari puluhan hingga ratusan kincir berpindah ke tangan pembeli. Tak hanya di Ngawi dan sekitarnya. Penjualannya merambah hingga Jogjakarta dan sekitarnya. Bahkan, sudah punya beberapa reseller. ‘’Sekarang lagi musim angin, jadi banyak yang pesan,’’ tutur warga Dusun Kedungrejo, Klitik, Geneng, Ngawi, ini.

Bisnis sambilan Almuzyin itu berawal dari iseng memanfaatkan tripleks bekas. Saat itu, pria yang kesehariannya berdagang ini tergerak membuatkan mainan tradisional untuk anaknya. Berbekal coba-coba dan mencari referensi dari internet. Almuzyin merancang beberapa tokoh seperti Petruk, Gareng, hingga petani dan tukang becak di kitiran-nya. ‘’Gak ngira banyak tetangga yang suka dan minta dibuatkan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  KBM Harus Tetap Berjalan di Masa Pandemi

Paten menggeluti bisnis ini sejak tiga tahun silam. Dibantu anaknya, saban hari suami Murtini itu mampu membuat 30 kincir mainan. Bermodal gergaji dan lem kayu, tripleks dipola sebelum dibuat karakter. Tentu saja, kegagalan sempat dialami saat pertama mengimplementasikan ide karakter itu. ‘’Idenya dari sehari-hari, lihat orang mbecak atau nyangkul. Yang sulit menerapkanya biar bisa bergerak,’’ tambah bapak dua anak ini.

Selain kincir, beberapa mainan lain seperti catur Jawa hingga macanan juga dibuat Almuzyin. Mengingat saat musim penghujan penjualan kincir tokohnya tak begitu laku. Sebab, angin tak begitu kencang berembus. ‘’Kalau penghujan nyetok kincir sebanyak-banyaknya,’’ jelasnya.*** (sat/c1)  

Siapa bilang mainan tradisional  telah ditinggalkan? Asal mau berinovasi dengan ide-ide kreatif dan mengikuti pekembangan zaman pasti akan dilirik. Kincir angin figure yang dapat bergerak, ternyata masih banyak diminati.

——————–

SUGENG DWI, Geneng, Jawa Pos Radar Ngawi

KINCIR berbahan tripleks itu berputar tertiup angin. Warna-warni baling-balingnya. Petruk yang tengah mencangkul bergerak seirama kecepatan putarannya. Dua orang memompa juga sama menariknya. ‘’Figure-figure ini digerakkan kincir. Jadi, semakin cepat putarannya, gerakannya semakin kencang pula,’’ ujar Almuzyin,  pembuat kincir figure itu.

Musim kemarau jadi berkah bagi Almuzyin. Permintaan kincir figure buatannya melonjak signifikan. Dalam sehari puluhan hingga ratusan kincir berpindah ke tangan pembeli. Tak hanya di Ngawi dan sekitarnya. Penjualannya merambah hingga Jogjakarta dan sekitarnya. Bahkan, sudah punya beberapa reseller. ‘’Sekarang lagi musim angin, jadi banyak yang pesan,’’ tutur warga Dusun Kedungrejo, Klitik, Geneng, Ngawi, ini.

Bisnis sambilan Almuzyin itu berawal dari iseng memanfaatkan tripleks bekas. Saat itu, pria yang kesehariannya berdagang ini tergerak membuatkan mainan tradisional untuk anaknya. Berbekal coba-coba dan mencari referensi dari internet. Almuzyin merancang beberapa tokoh seperti Petruk, Gareng, hingga petani dan tukang becak di kitiran-nya. ‘’Gak ngira banyak tetangga yang suka dan minta dibuatkan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ari Yoga Wisnu Wardhana, YouTuber Pertama Asal Ngawi yang Mendapat Silver Play Button

Paten menggeluti bisnis ini sejak tiga tahun silam. Dibantu anaknya, saban hari suami Murtini itu mampu membuat 30 kincir mainan. Bermodal gergaji dan lem kayu, tripleks dipola sebelum dibuat karakter. Tentu saja, kegagalan sempat dialami saat pertama mengimplementasikan ide karakter itu. ‘’Idenya dari sehari-hari, lihat orang mbecak atau nyangkul. Yang sulit menerapkanya biar bisa bergerak,’’ tambah bapak dua anak ini.

Selain kincir, beberapa mainan lain seperti catur Jawa hingga macanan juga dibuat Almuzyin. Mengingat saat musim penghujan penjualan kincir tokohnya tak begitu laku. Sebab, angin tak begitu kencang berembus. ‘’Kalau penghujan nyetok kincir sebanyak-banyaknya,’’ jelasnya.*** (sat/c1)  

Most Read

Artikel Terbaru

/