alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

97 Desa di Ngawi Belum Tersentuh Program Pamsimas

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau diperkirakan segera tiba. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Ngawi tengah mengidentifikasi puluhan desa yang membutuhkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). ‘’Khususnya desa yang rawan kekeringan dan mengalami krisis air bersih,’’ kata Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi Pipit Dwi Herlina, Selasa (9/8).

Disperkim mendata 97 desa belum tersentuh pamsimas. Perangkat daerah itu perlu melakukan verifikasi ulang. Demi memastikan sudah ada tidaknya layanan air PDAM maupun sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Pun, 120 desa yang telah terlayani pamsimas akan dikroscek. Pihaknya ingin mengetahui sejauh mana efektivitas program tersebut di musim kemarau. ‘’Bisa jadi debit air berkurang sehingga tidak bisa memenuhi seluruh SR (sambungan rumah),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dana Kampanye Pasangan OK, Laporan Awal Hanya Rp 50 Juta

Pipit mengambil contoh layanan pamsimas di Desa Kiyonten, Kasreman, yang diterapkan sejak 2019. Jumlah SR terus menyusut karena debit air berkurang. ‘’Dari semula sekitar 90 SR, sekarang tinggal 29,’’ sebutnya.

Dia menjelaskan, berkurangnya debit air karena lokasi wilayah penerima pamsimas berada di daerah pegunungan Kendeng. Kondisi geologisnya yang berupa bebatuan kapur tidak mempunyai cadangan air tanah (CAT). Bila dilakukan pengeboran tanah sedalam lebih dari 60 meter, air yang keluar justru asin. ‘’Solusinya menambah pengeboran sumur, tapi perlu melihat dulu hasil dari geolistriknya,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau diperkirakan segera tiba. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Ngawi tengah mengidentifikasi puluhan desa yang membutuhkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). ‘’Khususnya desa yang rawan kekeringan dan mengalami krisis air bersih,’’ kata Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi Pipit Dwi Herlina, Selasa (9/8).

Disperkim mendata 97 desa belum tersentuh pamsimas. Perangkat daerah itu perlu melakukan verifikasi ulang. Demi memastikan sudah ada tidaknya layanan air PDAM maupun sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Pun, 120 desa yang telah terlayani pamsimas akan dikroscek. Pihaknya ingin mengetahui sejauh mana efektivitas program tersebut di musim kemarau. ‘’Bisa jadi debit air berkurang sehingga tidak bisa memenuhi seluruh SR (sambungan rumah),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Waspada Omicron, Bupati Ony Minta Fasilitas Penanganan Covid-19 Dicek Ulang

Pipit mengambil contoh layanan pamsimas di Desa Kiyonten, Kasreman, yang diterapkan sejak 2019. Jumlah SR terus menyusut karena debit air berkurang. ‘’Dari semula sekitar 90 SR, sekarang tinggal 29,’’ sebutnya.

Dia menjelaskan, berkurangnya debit air karena lokasi wilayah penerima pamsimas berada di daerah pegunungan Kendeng. Kondisi geologisnya yang berupa bebatuan kapur tidak mempunyai cadangan air tanah (CAT). Bila dilakukan pengeboran tanah sedalam lebih dari 60 meter, air yang keluar justru asin. ‘’Solusinya menambah pengeboran sumur, tapi perlu melihat dulu hasil dari geolistriknya,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/