alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Pikap Tumbur Truk, Pajero Terlempar 50 Meter di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Anggota Satlantas Polres Ngawi supersibuk kemarin (9/2). Selain truk muatan semen menghantam Jembatan Ngantru, polisi juga harus menangani dua laka lantas di tol Solo–Kertosono (Soker). Insiden pertama, mobil pikap Daihatsu bernopol B 9181 AE yang menumbur truk tanpa identitas di Km 567 masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, sekitar pukul 11.00.

Prayogi, 30, sopir, dan Hardi Wijaya, 52, kenek, tewas di lokasi kejadian. Kedua warga Desa Salen, Bangsal, Kabupaten Mojokerto, itu terjepit ruang kemudi yang ringsek. Sedangkan pengemudi truk yang terlibat laka lantas diketahui kabur. ‘’Proses evakuasi kedua korban butuh waktu sekitar satu jam,’’ kata Kasatlantas Polres Ngawi AKP Zainul Imam Safi’i.

Imam mengungkapkan, tumburan bermula ketika pikap yang mengangkut ratusan ekor bebek melaju dari arah timur. Berdasarkan hasil olah TKP, kemungkinan pikap melaju di lajur kanan. Kemudian oleng masuk lajur kiri hingga akhirnya menghantam buritan truk di depannya. ‘’Dugaan menabrak truk karena titik tabraknya di jalur lambat, truk biasa melaju di jalur tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kementerian PUPR Simpan Rapat-rapat Trase Proyek Tol Ngaroban

Anak buah Imam coba mencari rekaman kamera pengawas tol. CCTV itu untuk mencari jejak pelarian kendaraan yang terlibat. ‘’Pengemudi pikap diduga mengantuk,’’ ucap perwira dengan tiga balok di pundak tersebut.

Sementara, lima jam sebelumnya, mobil Pajero Sport W 1118 QS terlempar keluar dari badan tol sejauh 50 meter. TKP-nya Km 573 masuk Desa Ngale, Paron. Ciptadi, 52, pengemudi, dan Anggit Purwanti, 45, penumpang yang tidak lain istrinya, mengalami luka berat. Kedua warga Jalan Garuda, Wedoro, Waru, Sidoarjo, itu dirawat di RSI At Tin Husada. ‘’Kondisi Ciptadi tidak sadarkan diri, sedangkan istrinya sadar tapi masih linglung,’’ ungkap Imam.

Imam mengatakan, berdasarkan olah TKP, mobil diduga mengalami aquaplaning. Roda mobil yang melaju kencang kehilangan daya cengkeram. Pada saat kejadian hujan turun cukup deras. ‘’Dugaannya karena ketidakhati-hatian pengemudi melaju di tengah derasnya hujan,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Anggota Satlantas Polres Ngawi supersibuk kemarin (9/2). Selain truk muatan semen menghantam Jembatan Ngantru, polisi juga harus menangani dua laka lantas di tol Solo–Kertosono (Soker). Insiden pertama, mobil pikap Daihatsu bernopol B 9181 AE yang menumbur truk tanpa identitas di Km 567 masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, sekitar pukul 11.00.

Prayogi, 30, sopir, dan Hardi Wijaya, 52, kenek, tewas di lokasi kejadian. Kedua warga Desa Salen, Bangsal, Kabupaten Mojokerto, itu terjepit ruang kemudi yang ringsek. Sedangkan pengemudi truk yang terlibat laka lantas diketahui kabur. ‘’Proses evakuasi kedua korban butuh waktu sekitar satu jam,’’ kata Kasatlantas Polres Ngawi AKP Zainul Imam Safi’i.

Imam mengungkapkan, tumburan bermula ketika pikap yang mengangkut ratusan ekor bebek melaju dari arah timur. Berdasarkan hasil olah TKP, kemungkinan pikap melaju di lajur kanan. Kemudian oleng masuk lajur kiri hingga akhirnya menghantam buritan truk di depannya. ‘’Dugaan menabrak truk karena titik tabraknya di jalur lambat, truk biasa melaju di jalur tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Antisipasi Pemudik, Polres Ngawi Dirikan Tiga Pos Penyekatan di Titik Ini

Anak buah Imam coba mencari rekaman kamera pengawas tol. CCTV itu untuk mencari jejak pelarian kendaraan yang terlibat. ‘’Pengemudi pikap diduga mengantuk,’’ ucap perwira dengan tiga balok di pundak tersebut.

Sementara, lima jam sebelumnya, mobil Pajero Sport W 1118 QS terlempar keluar dari badan tol sejauh 50 meter. TKP-nya Km 573 masuk Desa Ngale, Paron. Ciptadi, 52, pengemudi, dan Anggit Purwanti, 45, penumpang yang tidak lain istrinya, mengalami luka berat. Kedua warga Jalan Garuda, Wedoro, Waru, Sidoarjo, itu dirawat di RSI At Tin Husada. ‘’Kondisi Ciptadi tidak sadarkan diri, sedangkan istrinya sadar tapi masih linglung,’’ ungkap Imam.

Imam mengatakan, berdasarkan olah TKP, mobil diduga mengalami aquaplaning. Roda mobil yang melaju kencang kehilangan daya cengkeram. Pada saat kejadian hujan turun cukup deras. ‘’Dugaannya karena ketidakhati-hatian pengemudi melaju di tengah derasnya hujan,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/