alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Warga Kerap Telat Lapor, Jumlah Armada Damkar Milik Pemkab Ngawi Belum Ideal

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Posko induk kebakaran menyangkal terlambat mendatangi TKP di toko Sunardi. Telepon emergensi yang mengabarkan peristiwa di Desa Kartoharjo itu dua kali berdering selepas pukul 02.00.

Dua unit damkar beserta petugas telah bersiap berangkat tatkala ada warga mengabarkan kejadian yang sama. ‘’Tidak sampai 10 menit kami sudah berada di lokasi, tapi api telah membakar rumah bagian depan dan tengah,’’ kata Komandan Regu II Damkar Satpol PP Ngawi Lilik Kukuh, Kamis (10/3).

Petugas terlebih dahulu memadamkan api dari pinggir dan belakang rumah. Langkah itu mencegah api merembet ke rumah warga lainnya. Sebab, jaraknya cukup berdekatan. ‘’Butuh waktu 1,5 jam pemadaman, setelah itu pembasahan dan pendinginan,’’ ujarnya.

Kabid Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo menyampaikan, warga sering kali terlambat melaporkan peristiwa kebakaran. Entah karena panik atau tidak tahu nomor panggilan darurat. ‘’Nomor emergensi itu telah disosialisasikan dan disebarluaskan lewat banner sampai tingkat desa,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Faisol Terpilih Jadi Ketua KONI 2020-2024

Namun, dalam praktiknya, pelapor yang menghubungi nomor darurat 113 sering kali nyasar ke daerah tetangga. Karena itu, ada penambahan kode wilayah. ‘’Jika muncul api sekecil apa pun yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan,’’ pintanya.

Kendala lainnya, lanjut Bimo, jumlah armada damkar belum ideal. Hanya tiga unit kendaraan untuk meng-cover 217 desa/kelurahan di 19 kecamatan. Bila mengacu kewilayahan dan ketentuan 15 menit harus sampai TKP, maka butuh tambahan 62 unit. ‘’Kami juga tidak punya mobil tangki air, selama ini dibantu BPBD,’’ ujarnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Posko induk kebakaran menyangkal terlambat mendatangi TKP di toko Sunardi. Telepon emergensi yang mengabarkan peristiwa di Desa Kartoharjo itu dua kali berdering selepas pukul 02.00.

Dua unit damkar beserta petugas telah bersiap berangkat tatkala ada warga mengabarkan kejadian yang sama. ‘’Tidak sampai 10 menit kami sudah berada di lokasi, tapi api telah membakar rumah bagian depan dan tengah,’’ kata Komandan Regu II Damkar Satpol PP Ngawi Lilik Kukuh, Kamis (10/3).

Petugas terlebih dahulu memadamkan api dari pinggir dan belakang rumah. Langkah itu mencegah api merembet ke rumah warga lainnya. Sebab, jaraknya cukup berdekatan. ‘’Butuh waktu 1,5 jam pemadaman, setelah itu pembasahan dan pendinginan,’’ ujarnya.

Kabid Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo menyampaikan, warga sering kali terlambat melaporkan peristiwa kebakaran. Entah karena panik atau tidak tahu nomor panggilan darurat. ‘’Nomor emergensi itu telah disosialisasikan dan disebarluaskan lewat banner sampai tingkat desa,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Faisol Terpilih Jadi Ketua KONI 2020-2024

Namun, dalam praktiknya, pelapor yang menghubungi nomor darurat 113 sering kali nyasar ke daerah tetangga. Karena itu, ada penambahan kode wilayah. ‘’Jika muncul api sekecil apa pun yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan,’’ pintanya.

Kendala lainnya, lanjut Bimo, jumlah armada damkar belum ideal. Hanya tiga unit kendaraan untuk meng-cover 217 desa/kelurahan di 19 kecamatan. Bila mengacu kewilayahan dan ketentuan 15 menit harus sampai TKP, maka butuh tambahan 62 unit. ‘’Kami juga tidak punya mobil tangki air, selama ini dibantu BPBD,’’ ujarnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/