alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

422.427 Warga Ngawi Urung Disuntik Serum Antikorona

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Percepatan vaksinasi di Ngawi terbantu 20 ribu dosis vaksin CoronaVac yang tiba awal pekan ini. Dengan tambahan itu, pemkab pasang target mengimunisasi 2.000 dosis dalam sehari. ‘’Sebetulnya bisa 4.000 dosis per hari, tapi tenaga tim vaksinator terbatas,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono, Sabtu (10/7).

Stok vaksin kabupaten ini tersisa 12.460 dosis per kemarin. Dinkes memfokuskan injeksi dosis pertama. Penyuntikan dosis kedua menunggu kiriman vaksin tahap berikutnya. Pasalnya, sasaran masyarakat umum rentan 451.578 orang.

Warga umum yang telah divaksin dosis pertama sekitar 6,46 persen atau 29.151 orang. Artinya, 422.427 warga berisiko tinggi belum disuntik serum antikorona. ‘’Untuk yang dosis kedua 1,12 persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  AR: Pemkot Tak Berniat Hilangkan Lambang Negara

Yudono menerangkan, percepatan vaksinasi salah satu poin krusial dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Pemerintah pusat memerintahkan mempercepat proses pembentukan kekebalan tubuh secara massal. Herd immunity itu untuk menurunkan angka penularan atau fatalitas akibat paparan Covid-19. ‘’Percepatan vaksinasi memperluas sasaran penerimanya,’’ ucapnya.

Perluasan sasaran meliputi pedagang pasar tradisional, buruh pabrik, dan masyarakat umum rentan di pedesaan. Sebanyak 24 tim vaksinator bakal disebar ke beberapa tempat sesuai jadwal imunisasi. Pelaksanaannya enam hari dalam sepekan. ‘’Lokasi vaksinasi di pasar, pabrik, kantor desa atau camat, juga GOR Bung Hatta,’’ bebernya sembari menyebut imunisasi ditiadakan Minggu untuk istirahat vaksinator. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Percepatan vaksinasi di Ngawi terbantu 20 ribu dosis vaksin CoronaVac yang tiba awal pekan ini. Dengan tambahan itu, pemkab pasang target mengimunisasi 2.000 dosis dalam sehari. ‘’Sebetulnya bisa 4.000 dosis per hari, tapi tenaga tim vaksinator terbatas,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono, Sabtu (10/7).

Stok vaksin kabupaten ini tersisa 12.460 dosis per kemarin. Dinkes memfokuskan injeksi dosis pertama. Penyuntikan dosis kedua menunggu kiriman vaksin tahap berikutnya. Pasalnya, sasaran masyarakat umum rentan 451.578 orang.

Warga umum yang telah divaksin dosis pertama sekitar 6,46 persen atau 29.151 orang. Artinya, 422.427 warga berisiko tinggi belum disuntik serum antikorona. ‘’Untuk yang dosis kedua 1,12 persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lagi, Petani Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sawah

Yudono menerangkan, percepatan vaksinasi salah satu poin krusial dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Pemerintah pusat memerintahkan mempercepat proses pembentukan kekebalan tubuh secara massal. Herd immunity itu untuk menurunkan angka penularan atau fatalitas akibat paparan Covid-19. ‘’Percepatan vaksinasi memperluas sasaran penerimanya,’’ ucapnya.

Perluasan sasaran meliputi pedagang pasar tradisional, buruh pabrik, dan masyarakat umum rentan di pedesaan. Sebanyak 24 tim vaksinator bakal disebar ke beberapa tempat sesuai jadwal imunisasi. Pelaksanaannya enam hari dalam sepekan. ‘’Lokasi vaksinasi di pasar, pabrik, kantor desa atau camat, juga GOR Bung Hatta,’’ bebernya sembari menyebut imunisasi ditiadakan Minggu untuk istirahat vaksinator. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/