alexametrics
25.5 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Relokasi SMPN 1 Mantingan Tunggu Kepastian Hukum

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi ketakutan. Tidak dapat berbuat banyak terkait pemindahan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan. Sejak proses penggantian lahannya dibidik perkara tindak pidana korupsi. ‘’Kami hanya bisa menunggu (masalah selesai) saja,’’ jawab Kepala Dindik Abimanyu saat ditemui Radar Ngawi di kantor dinasnya Senin (9/9).

Hingga kini, Abimanyu tak dapat berbuat banyak soal rencana pemindahan sekolah tersebut. Meskipun sebenarnya sudah sangat mendesak. Mengingat beberapa ruang kelas di sekolah itu banyak yang rusak. Sedangkan, dindik tak dapat lagi mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Abimanyu tak menampik adanya sejumlah ruang kelas di SMPN 1 Mantingan yang rusak parah. Meski untuk kebutuhan ruangnya sampai kini masih tercukupi, bahkan berlebih. Sehingga yang dipelihara hanya ruang yang dibutuhkan. Sedangkan yang rusak parah terpaksa dibiarkan. ‘’Kami sudah berpesan pada kepala sekolah yang baru untuk itu (memelihara ruang kelas yang dibutuhkan, Red),’’ ujarnya.

Abimanyu menjelaskan, SMPN 1 Mantingan sudah tidak mendapatkan alokasi anggaran sejak beberapa tahun silam. Mengingat ke depannya sekolah itu bakal dipindahkan ke lokasi baru. ‘’Kami tetap berupaya mencarikan dana (untuk rehabilitasi ringan),’’  tuturnya.

Baca Juga :  Banjir Besar Rendam Tiga Kecamatan di Magetan

Jika nantinya memang harus dihapus dari aset dindik, maka SMPN 1 Mantingan bakal dibongkar. Sedangkan lahan pengganti yang sejak lama sudah siap juga dibiarkan sampai pengusutan kasus hukumnya klir. ‘’Masih belum bisa diapa-apakan (lahan baru, Red),’’ terangnya.

Saat ini, pemkab sebenarnya diuntungkan. Sebab, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor sebagai pemilik lahan SMPN 1 Mantingan tidak pernah mendesak agar sekolah segera pindah. Pesantren internasional itu pun sudah tahu bila proses relokasi sekolah itu masih tersandung masalah hukum.  ‘’Mereka juga menunggu semuanya klir,’’ ungkapnya.

Pekan lalu, Radar Ngawi sempat mengonfirmasi perkembangan penyelidikan dugaan korupsi terkait kepada Polres Ngawi. Mengingat, kasus yang diperkirakan menelan kerugian negara hingga Rp 1,1 miliar itu sejak awal ditangani oleh Satreskrim Polres Ngawi. Sayangnya, hingga kini belum ada perkembangan berarti. Polres juga masih menanti hasil klarifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jatim. (tif/c1/fin)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi ketakutan. Tidak dapat berbuat banyak terkait pemindahan lahan pengganti SMPN 1 Mantingan. Sejak proses penggantian lahannya dibidik perkara tindak pidana korupsi. ‘’Kami hanya bisa menunggu (masalah selesai) saja,’’ jawab Kepala Dindik Abimanyu saat ditemui Radar Ngawi di kantor dinasnya Senin (9/9).

Hingga kini, Abimanyu tak dapat berbuat banyak soal rencana pemindahan sekolah tersebut. Meskipun sebenarnya sudah sangat mendesak. Mengingat beberapa ruang kelas di sekolah itu banyak yang rusak. Sedangkan, dindik tak dapat lagi mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Abimanyu tak menampik adanya sejumlah ruang kelas di SMPN 1 Mantingan yang rusak parah. Meski untuk kebutuhan ruangnya sampai kini masih tercukupi, bahkan berlebih. Sehingga yang dipelihara hanya ruang yang dibutuhkan. Sedangkan yang rusak parah terpaksa dibiarkan. ‘’Kami sudah berpesan pada kepala sekolah yang baru untuk itu (memelihara ruang kelas yang dibutuhkan, Red),’’ ujarnya.

Abimanyu menjelaskan, SMPN 1 Mantingan sudah tidak mendapatkan alokasi anggaran sejak beberapa tahun silam. Mengingat ke depannya sekolah itu bakal dipindahkan ke lokasi baru. ‘’Kami tetap berupaya mencarikan dana (untuk rehabilitasi ringan),’’  tuturnya.

Baca Juga :  Pertamina Minta Tambah Kuota Solar ke BPH Migas

Jika nantinya memang harus dihapus dari aset dindik, maka SMPN 1 Mantingan bakal dibongkar. Sedangkan lahan pengganti yang sejak lama sudah siap juga dibiarkan sampai pengusutan kasus hukumnya klir. ‘’Masih belum bisa diapa-apakan (lahan baru, Red),’’ terangnya.

Saat ini, pemkab sebenarnya diuntungkan. Sebab, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor sebagai pemilik lahan SMPN 1 Mantingan tidak pernah mendesak agar sekolah segera pindah. Pesantren internasional itu pun sudah tahu bila proses relokasi sekolah itu masih tersandung masalah hukum.  ‘’Mereka juga menunggu semuanya klir,’’ ungkapnya.

Pekan lalu, Radar Ngawi sempat mengonfirmasi perkembangan penyelidikan dugaan korupsi terkait kepada Polres Ngawi. Mengingat, kasus yang diperkirakan menelan kerugian negara hingga Rp 1,1 miliar itu sejak awal ditangani oleh Satreskrim Polres Ngawi. Sayangnya, hingga kini belum ada perkembangan berarti. Polres juga masih menanti hasil klarifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jatim. (tif/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/