alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Begini Kisah Ali Marsidi Berbagi Nasi Bungkus lewat Jumat Sedekah

Ali Marsidi punya cara tersendiri untuk berbagi dengan sesama. Saban Jumat dia menyediakan nasi bungkus gratis di tenda khusus. Menu cuma-cuma itu sebagian merupakan sumbangan para donatur tetap.

=========================

DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

RUMAH semipermanen di sebelah barat kantor Samsat Ngawi itu tampak ramai Jumat siang (10/1). Di depan bangunan terdapat tenda dan berjajar meja dengan ratusan nasi bungkus di atasnya. Pun terdapat beberapa jenis minuman seperti air mineral, es tes, dan es buah.

Di tengah hiruk pikuk warga yang mampir, Ali Marsidi terlihat sibuk menerima makanan atau minuman dari beberapa orang. Ada yang datang menggunakan sepeda motor, ada pula yang bermobil. ‘’Sumbangan beberapa donatur tetap,’’ kata Ali.

Lelaki pensiunan PNS itu membuka pos Jumat Sedekah sejak Juli 2018 lalu. Saat awal-awal dibuka, pos itu hanya menyediakan sekitar 200 nasi bungkus sumbangan beberapa dermawan. Seiring berjalannya waktu, jumlah donatur terus bertambah. Sesekali ada pula instansi pelat merah yang memberikan sedekah. ‘’Setiap Jumat rata rata 300 nasi bungkus. Pernah juga sampai 500,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Freed Tumbur D-Max, Empat Orang Luka

Nasi maupun minuman sumbangan para donatur itu selama ini disalurkan ke empat masjid untuk dibagikan kepada jamaah yang menginginkan. ‘’Kalau di posko ini ya kaum duafa seperti tukang becak dan sebagainya. Anak sekolah banyak juga,’’  ujar pria 60 tahun itu.

Meski telah memiliki sejumlah donatur tetap, pekerjaan Ali bukan tanpa kendala. Dia kerap kerepotan jika makanan disetorkan ketika waktu sudah mepet dengan salat Jumat. ‘’Meski sudah dibantu tiga orang terkadang juga masih keteteran,’’ ungkap warga Margomulyo, Ngawi, itu.

Selain berupa makanan dan minuman, pos tersebut juga menerima sedekah dalam bentuk uang. Tantangannya, Ali kadang harus bekerjaran dengan waktu untuk membelanjakan nasi ke warung yang sudah terikat kerja sama. ‘’Kadang telat kirimnya. Pernah juga tidak bilang dulu kalau hari itu tidak bisa membuat nasi bungkus,’’ tuturnya. *** (isd/c1)

Ali Marsidi punya cara tersendiri untuk berbagi dengan sesama. Saban Jumat dia menyediakan nasi bungkus gratis di tenda khusus. Menu cuma-cuma itu sebagian merupakan sumbangan para donatur tetap.

=========================

DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

RUMAH semipermanen di sebelah barat kantor Samsat Ngawi itu tampak ramai Jumat siang (10/1). Di depan bangunan terdapat tenda dan berjajar meja dengan ratusan nasi bungkus di atasnya. Pun terdapat beberapa jenis minuman seperti air mineral, es tes, dan es buah.

Di tengah hiruk pikuk warga yang mampir, Ali Marsidi terlihat sibuk menerima makanan atau minuman dari beberapa orang. Ada yang datang menggunakan sepeda motor, ada pula yang bermobil. ‘’Sumbangan beberapa donatur tetap,’’ kata Ali.

Lelaki pensiunan PNS itu membuka pos Jumat Sedekah sejak Juli 2018 lalu. Saat awal-awal dibuka, pos itu hanya menyediakan sekitar 200 nasi bungkus sumbangan beberapa dermawan. Seiring berjalannya waktu, jumlah donatur terus bertambah. Sesekali ada pula instansi pelat merah yang memberikan sedekah. ‘’Setiap Jumat rata rata 300 nasi bungkus. Pernah juga sampai 500,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Longsor, Akses Pacitan-Wonogiri Lumpuh Total

Nasi maupun minuman sumbangan para donatur itu selama ini disalurkan ke empat masjid untuk dibagikan kepada jamaah yang menginginkan. ‘’Kalau di posko ini ya kaum duafa seperti tukang becak dan sebagainya. Anak sekolah banyak juga,’’  ujar pria 60 tahun itu.

Meski telah memiliki sejumlah donatur tetap, pekerjaan Ali bukan tanpa kendala. Dia kerap kerepotan jika makanan disetorkan ketika waktu sudah mepet dengan salat Jumat. ‘’Meski sudah dibantu tiga orang terkadang juga masih keteteran,’’ ungkap warga Margomulyo, Ngawi, itu.

Selain berupa makanan dan minuman, pos tersebut juga menerima sedekah dalam bentuk uang. Tantangannya, Ali kadang harus bekerjaran dengan waktu untuk membelanjakan nasi ke warung yang sudah terikat kerja sama. ‘’Kadang telat kirimnya. Pernah juga tidak bilang dulu kalau hari itu tidak bisa membuat nasi bungkus,’’ tuturnya. *** (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/