alexametrics
25.2 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Kabur dari Puskesmas, Tewas di Atas Motor

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Ajal menjemput tanpa kenal tempat. Wildan Husaini, 30, warga Desa/Kecamatan Ngawi, ditemukan tewas dalam posisi nangkring di atas motornya Yamaha Mio bernopol AE 6286 LJ kemarin (10/5) subuh. Lokasinya di penggal Jalan Raya Ngawi–Cepu masuk Desa Karangasri, Ngawi.

Belakangan diketahui bahwa pria itu kabur dari Puskesmas Ngawi Purba. Setelah sempat menjalani perawatan sejak Senin (9/5) pagi. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban yang diduga menderita gangguan kejiwaan tersebut. ‘’Keluhannya muntah dan nyeri perut, hasil diagnosis dokter mengarah ke usus buntu,’’ kata Kepala Puskesmas Ngawi Purba Theresia Merry Puspita.

Ita, sapaan akrab Theresia Merry Puspita, menyampaikan, Wildan masuk instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 04.00. Pihaknya menindaklanjuti dengan memasang infus dan memberikan obat. Akan tetapi, pasien melepas infus siang harinya. ‘’Korban memberontak ketika perawat hendak memasang infusnya kembali,’’ ungkapnya.

Wildan sempat meminta pulang sekitar pukul 21.00. Permintaan itu tidak disetujui lantaran kondisinya belum stabil. Keesokan paginya, korban sudah tidak ada di ranjang perawatan. Perawat hanya mendapati ibunya yang menemani sejak masuk IGD. ‘’Perawat sempat mendengar suara motor sekitar pukul satu malam, tapi tidak curiga karena mengira keluarga pengantar pasien baru,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tambah Lima Pemain Baru, Persinga Pede Songsong Liga 3 Nasional

Kematian Wildan kali pertama diketahui oleh Ramto, 71, warga setempat, sekitar pukul 04.30. Saksi mata dalam perjalanan pulang salat Subuh itu melihat sosok pria telungkup di atas motor. Tangannya terkulai dari setir.

Awalnya, pria itu dikira istirahat lantaran kendaraan masih menyala. Perkiraannya berubah setelah menyadari korban tidak bergerak. Ketika coba dibangunkan, korban tidak merespons. ‘’Dicek nadi dan napasnya, ternyata sudah meninggal,’’ ujar Ramto.

Kapolsek Ngawi AKP Suyadi menyampaikan bahwa nihil temuan mencurigakan dari sekitar tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan luar juga menunjukkan tidak adanya tanda-tanda penganiayaan. ‘’Kami masih menunggu hasil visum RSUD dr Soeroto untuk memastikan penyebab kematian,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Ajal menjemput tanpa kenal tempat. Wildan Husaini, 30, warga Desa/Kecamatan Ngawi, ditemukan tewas dalam posisi nangkring di atas motornya Yamaha Mio bernopol AE 6286 LJ kemarin (10/5) subuh. Lokasinya di penggal Jalan Raya Ngawi–Cepu masuk Desa Karangasri, Ngawi.

Belakangan diketahui bahwa pria itu kabur dari Puskesmas Ngawi Purba. Setelah sempat menjalani perawatan sejak Senin (9/5) pagi. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban yang diduga menderita gangguan kejiwaan tersebut. ‘’Keluhannya muntah dan nyeri perut, hasil diagnosis dokter mengarah ke usus buntu,’’ kata Kepala Puskesmas Ngawi Purba Theresia Merry Puspita.

Ita, sapaan akrab Theresia Merry Puspita, menyampaikan, Wildan masuk instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 04.00. Pihaknya menindaklanjuti dengan memasang infus dan memberikan obat. Akan tetapi, pasien melepas infus siang harinya. ‘’Korban memberontak ketika perawat hendak memasang infusnya kembali,’’ ungkapnya.

Wildan sempat meminta pulang sekitar pukul 21.00. Permintaan itu tidak disetujui lantaran kondisinya belum stabil. Keesokan paginya, korban sudah tidak ada di ranjang perawatan. Perawat hanya mendapati ibunya yang menemani sejak masuk IGD. ‘’Perawat sempat mendengar suara motor sekitar pukul satu malam, tapi tidak curiga karena mengira keluarga pengantar pasien baru,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berjudi, Empat Karyawan Kontraktor Dibekuk Polisi

Kematian Wildan kali pertama diketahui oleh Ramto, 71, warga setempat, sekitar pukul 04.30. Saksi mata dalam perjalanan pulang salat Subuh itu melihat sosok pria telungkup di atas motor. Tangannya terkulai dari setir.

Awalnya, pria itu dikira istirahat lantaran kendaraan masih menyala. Perkiraannya berubah setelah menyadari korban tidak bergerak. Ketika coba dibangunkan, korban tidak merespons. ‘’Dicek nadi dan napasnya, ternyata sudah meninggal,’’ ujar Ramto.

Kapolsek Ngawi AKP Suyadi menyampaikan bahwa nihil temuan mencurigakan dari sekitar tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan luar juga menunjukkan tidak adanya tanda-tanda penganiayaan. ‘’Kami masih menunggu hasil visum RSUD dr Soeroto untuk memastikan penyebab kematian,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/