alexametrics
24.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

SMS Tak Sopan, Ngaku Wartawan, Coba Tipu Pejabat

NGAWI – Upaya penipuan melalui pesan singkat dengan modus minta biaya berobat kembali dialami sejumlah pejabat dan anggota dewan. Namun, sejauh ini tidak ada yang sampai termakan modus pelaku. ‘’Dari kalimatnya di SMS (short message service, Red) sudah meragukan, makanya tidak ada yang percaya,’’ kata Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi Siswanto Rabu (10/7).

Siswanto mengaku pernah mendapat pesan singkat dari nomor 082142948196 pada Jumat lalu (5/7). Namun, dia tidak merespons. Belakangan lewat nomor yang sama, pelaku yang kepada sejumlah pejabat lain mengaku wartawan Radar Pers itu mengirim SMS berisi kata-kata kotor. ‘’Tidak ada awak media (wartawan, Red) dalam berkomunikasi kasar seperti itu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Besar Ngawi Digarap Tahun Depan

Kendati tidak merugikan secara materi, Siswanto menilai tindakan itu sangat meresahkan. Apalagi, oknum tidak bertanggung jawab itu juga tak segan untuk menghubungi lewat telepon. ‘’Kalau memang ada perlu kan bisa datang baik-baik,’’ ujarnya.

Selain Siswanto, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat juga mendapat SMS serupa. Pengirim menggunakan nama-nama berbeda. Mulai Ibnu, Zeky, hingga Latiful.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira menyayangkan beredarnya pesan singkat bermodus penipuan itu. Apalagi, tidak sedikit pejabat yang menganggap SMS itu berasal dari wartawan medianya. ‘’Kami pastikan tidak ada wartawan media kami yang seperti itu (melakukan upaya penipuan via SMS, Red),’’ tegasnya. (tif/c1/isd)

NGAWI – Upaya penipuan melalui pesan singkat dengan modus minta biaya berobat kembali dialami sejumlah pejabat dan anggota dewan. Namun, sejauh ini tidak ada yang sampai termakan modus pelaku. ‘’Dari kalimatnya di SMS (short message service, Red) sudah meragukan, makanya tidak ada yang percaya,’’ kata Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi Siswanto Rabu (10/7).

Siswanto mengaku pernah mendapat pesan singkat dari nomor 082142948196 pada Jumat lalu (5/7). Namun, dia tidak merespons. Belakangan lewat nomor yang sama, pelaku yang kepada sejumlah pejabat lain mengaku wartawan Radar Pers itu mengirim SMS berisi kata-kata kotor. ‘’Tidak ada awak media (wartawan, Red) dalam berkomunikasi kasar seperti itu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dalam Rentang Waktu Sepekan, Enam Kali Diguncang Gempa

Kendati tidak merugikan secara materi, Siswanto menilai tindakan itu sangat meresahkan. Apalagi, oknum tidak bertanggung jawab itu juga tak segan untuk menghubungi lewat telepon. ‘’Kalau memang ada perlu kan bisa datang baik-baik,’’ ujarnya.

Selain Siswanto, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat juga mendapat SMS serupa. Pengirim menggunakan nama-nama berbeda. Mulai Ibnu, Zeky, hingga Latiful.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira menyayangkan beredarnya pesan singkat bermodus penipuan itu. Apalagi, tidak sedikit pejabat yang menganggap SMS itu berasal dari wartawan medianya. ‘’Kami pastikan tidak ada wartawan media kami yang seperti itu (melakukan upaya penipuan via SMS, Red),’’ tegasnya. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/