alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

11 SMP di Ngawi Direvitalisasi, Anggarannya Habiskan Rp 16,5 Miliar

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Anggaran perbaikan bangunan lembaga pendidikan tahun ini aman dari refocusing penanganan Covid-19. Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi bakal merevitalisasi 11 SMP negeri tahun ini.

Perbaikan kerusakan berkategori sedang dan berat belasan lembaga itu bakal sekali jalan. ‘’Tidak seperti tahun lalu yang harus dicicil beberapa gedung,’’ kata Kabid Pendidikan Menengah Dindik Ngawi Samirun, Minggu (11/7).

Samirun mengatakan, anggaran revitalisasi bersumber dana alokasi khusus (DAK). Sebelas SMPN itu dikucuri dana Rp 16,5 miliar. Besaran anggaran pusat itu naik empat kali lipat dari tahun sebelumnya Rp 4 miliar. ‘’Pagu anggaran revitalisasi per sekolah berbeda sesuai tingkat kerusakannya,’’ ujarnya.

SMPN 2 Paron menjadi lembaga tertinggi penerima dana perbaikan sebesar Rp 2,9 miliar. Di bawahnya SMPN 3 Ngrambe (Rp 2,3 miliar) dan SMPN 1 Ngawi (Rp 2 miliar). Bujet terendah Rp 708,9 juta dialokasikan untuk SMPN 2 Kedunggalar (selengkapnya lihat grafis). ‘’Kerusakan rata-rata pada ruang kelas, guru, dan kepala sekolah. Juga, perpustakaan hingga kamar mandi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kebijakan PPKM Level 4 Pukul Operasional Pusat Perbelanjaan di Ponorogo

Dia mengungkapkan, progres proyek revitalisasi 11 SMPN sudah masuk lelang. Lima lembaga tengah proses evaluasi. Sedangkan sisa lima harus tender ulang lantaran penawar tidak lolos kualifikasi. Salah satunya dari SMPN 3 Karangjati. ‘’Kami target revitalisasi 11 paket (SMPN) ini selesai akhir tahun ini,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Anggaran perbaikan bangunan lembaga pendidikan tahun ini aman dari refocusing penanganan Covid-19. Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi bakal merevitalisasi 11 SMP negeri tahun ini.

Perbaikan kerusakan berkategori sedang dan berat belasan lembaga itu bakal sekali jalan. ‘’Tidak seperti tahun lalu yang harus dicicil beberapa gedung,’’ kata Kabid Pendidikan Menengah Dindik Ngawi Samirun, Minggu (11/7).

Samirun mengatakan, anggaran revitalisasi bersumber dana alokasi khusus (DAK). Sebelas SMPN itu dikucuri dana Rp 16,5 miliar. Besaran anggaran pusat itu naik empat kali lipat dari tahun sebelumnya Rp 4 miliar. ‘’Pagu anggaran revitalisasi per sekolah berbeda sesuai tingkat kerusakannya,’’ ujarnya.

SMPN 2 Paron menjadi lembaga tertinggi penerima dana perbaikan sebesar Rp 2,9 miliar. Di bawahnya SMPN 3 Ngrambe (Rp 2,3 miliar) dan SMPN 1 Ngawi (Rp 2 miliar). Bujet terendah Rp 708,9 juta dialokasikan untuk SMPN 2 Kedunggalar (selengkapnya lihat grafis). ‘’Kerusakan rata-rata pada ruang kelas, guru, dan kepala sekolah. Juga, perpustakaan hingga kamar mandi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Kompleks MTsN 5 Ngawi

Dia mengungkapkan, progres proyek revitalisasi 11 SMPN sudah masuk lelang. Lima lembaga tengah proses evaluasi. Sedangkan sisa lima harus tender ulang lantaran penawar tidak lolos kualifikasi. Salah satunya dari SMPN 3 Karangjati. ‘’Kami target revitalisasi 11 paket (SMPN) ini selesai akhir tahun ini,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/