alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Ruang Kelas I dan IV SDN 1 Karangmalang Rusak, Sembilan Siswa Belajar di Lorong

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan belajar-mengajar (KBM) di SDN 1 Karangmalang, Kasreman, Ngawi, terganggu dalam dua tahun terakhir. Buntut kerusakan atap ruang kelas I dan IV. Belum adanya perbaikan membuat pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memindahkan lokasi KBM ke kelas lain.

Namun, karena jumlah dan luasan masing-masing ruang kelas terbatas, lembaga pendidikan itu terpaksa mengutak-atik penempatan KBM puluhan siswa dari kelas I hingga IV. ‘’Karena dari enam kelas hanya empat yang bisa digunakan, yaitu kelas II, III, V, dan VI,’’ kata Suratno, salah seorang guru kelas SDN 1 Karangmalang, Kamis (11/8).

Suratno mengungkapkan, sembilan siswa kelas III mulai tahun ini belajar di lorong antara kelas V dengan VI. Langkah tersebut mau tidak mau harus dilakukan lantaran ruang kelas III ditempati lima siswa kelas IV. ‘’Kalau tahun lalu siswa kelas III KBM-nya di ruang UKS (usaha kesehatan sekolah), tahun ini dipindah karena UKS peruntukannya kesehatan,’’ ujarnya.

Sementara, 14 siswa kelas I diungsikan ke ruang kelas II. Padahal, kelas yang luasannya tidak seberapa itu sudah sesak dengan 12 siswa. Agar KBM masing-masing tidak terganggu, pihak sekolah memasang sekat kayu tripleks. ‘’Ya mau bagaimana lagi, karena belum ada perbaikan sama sekali,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Pria Ini Nekat Cabuli Cewek Idaman Hati

Suratno menyampaikan, atap ruang kelas I dan IV diketahui telah keropos. Bersamaan pengosongan, pihaknya menurunkan seluruh genting. Khawatir atap malah ambruk lantaran tidak kuat menahan beban. ‘’Kami juga memasang kayu penyangga karena ruang kelas I dan IV masih satu atap dengan ruang kelas II, III, dan V,’’ ungkapnya sembari menyebut kelas VI bangunannya terpisah.

Dia mengklaim kerusakan ruang kelas telah dilaporkan ke dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) dua tahun lalu. Akan tetapi, hingga kini belum ditindaklanjuti perbaikan. ‘’Semoga segera ada perbaikan,’’ harapnya.

Yumna Nur Afifah, siswa kelas III, merasa tidak nyaman belajar di lorong dalam sebulan terakhir. ‘’Panas, kena angin dan debu,’’ ujarnya.

Sementara, Kabid Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi Samirun belum bisa dimintai keterangan perihal kerusakan di SDN 1 Karangmalang. Upaya menghubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp tidak berbalas. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan belajar-mengajar (KBM) di SDN 1 Karangmalang, Kasreman, Ngawi, terganggu dalam dua tahun terakhir. Buntut kerusakan atap ruang kelas I dan IV. Belum adanya perbaikan membuat pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memindahkan lokasi KBM ke kelas lain.

Namun, karena jumlah dan luasan masing-masing ruang kelas terbatas, lembaga pendidikan itu terpaksa mengutak-atik penempatan KBM puluhan siswa dari kelas I hingga IV. ‘’Karena dari enam kelas hanya empat yang bisa digunakan, yaitu kelas II, III, V, dan VI,’’ kata Suratno, salah seorang guru kelas SDN 1 Karangmalang, Kamis (11/8).

Suratno mengungkapkan, sembilan siswa kelas III mulai tahun ini belajar di lorong antara kelas V dengan VI. Langkah tersebut mau tidak mau harus dilakukan lantaran ruang kelas III ditempati lima siswa kelas IV. ‘’Kalau tahun lalu siswa kelas III KBM-nya di ruang UKS (usaha kesehatan sekolah), tahun ini dipindah karena UKS peruntukannya kesehatan,’’ ujarnya.

Sementara, 14 siswa kelas I diungsikan ke ruang kelas II. Padahal, kelas yang luasannya tidak seberapa itu sudah sesak dengan 12 siswa. Agar KBM masing-masing tidak terganggu, pihak sekolah memasang sekat kayu tripleks. ‘’Ya mau bagaimana lagi, karena belum ada perbaikan sama sekali,’’ ucapnya.

Baca Juga :  30 Ton Gula Hilang dari Bak Truk Kontainer

Suratno menyampaikan, atap ruang kelas I dan IV diketahui telah keropos. Bersamaan pengosongan, pihaknya menurunkan seluruh genting. Khawatir atap malah ambruk lantaran tidak kuat menahan beban. ‘’Kami juga memasang kayu penyangga karena ruang kelas I dan IV masih satu atap dengan ruang kelas II, III, dan V,’’ ungkapnya sembari menyebut kelas VI bangunannya terpisah.

Dia mengklaim kerusakan ruang kelas telah dilaporkan ke dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) dua tahun lalu. Akan tetapi, hingga kini belum ditindaklanjuti perbaikan. ‘’Semoga segera ada perbaikan,’’ harapnya.

Yumna Nur Afifah, siswa kelas III, merasa tidak nyaman belajar di lorong dalam sebulan terakhir. ‘’Panas, kena angin dan debu,’’ ujarnya.

Sementara, Kabid Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi Samirun belum bisa dimintai keterangan perihal kerusakan di SDN 1 Karangmalang. Upaya menghubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp tidak berbalas. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/