alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Jasad Seorang Perempuan Ditemukan Tinggal Kerangka di Sungai Ketonggo

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi agaknya tidak terlalu kesulitan mengungkap identitas jasad yang ditemukan di Sungai Tempur, Desa Babadan, Paron, kemarin (11/5). Sosok perempuan yang tinggal kerangka itu diduga Nurul Hidayah. Perempuan 60 tahun asal Desa Sidorejo, Kendal, tersebut dilaporkan hilang sejak 25 April lalu. ‘’Pihak keluarga telah dipanggil untuk proses identifikasi di RSUD dr Soeroto,’’ kata Kapolsek Paron Iptu Suyitno.

Suyitno mengungkapkan, Nurul diduga terseret arus sungai di dekat tempat tinggalnya. Indikasi korban hanyut berdasarkan bekas jejak kakinya di tanah. Tidak jauh dari titik itu ditemukan sebuah payung milik korban. Hasil pencarian selama beberapa hari nihil hasil. Sungai Tempur merupakan aliran dari sungai di sekitar tempat tinggal Nurul. Jaraknya sekitar 15 kilometer. ‘’Perkiraan waktu kematian korban lebih dari dua pekan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Cari Ikan, Bocah Empat Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam di Sungai

Jasad kali pertama ditemukan oleh warga Babadan yang sedang mencari ikan sekitar pukul 12.30. Kerangkanya tersangkut di salah satu pohon tepi sungai masuk kawasan Alas Srigati tersebut. ‘’Mengeluarkan bau tidak sedap,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ngawi Broto Sanjoyo.

Broto menyampaikan bahwa proses evakuasi cukup sulit. Lokasi kerangka tersangkut pohon berada di bawah tebing setinggi 15 meter. Petugas gabungan juga harus menyusuri sungai bebatuan yang licin sejauh 500 meter. ‘’Butuh waktu setengah jam karena lokasinya cukup curam,’’ ujarnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi agaknya tidak terlalu kesulitan mengungkap identitas jasad yang ditemukan di Sungai Tempur, Desa Babadan, Paron, kemarin (11/5). Sosok perempuan yang tinggal kerangka itu diduga Nurul Hidayah. Perempuan 60 tahun asal Desa Sidorejo, Kendal, tersebut dilaporkan hilang sejak 25 April lalu. ‘’Pihak keluarga telah dipanggil untuk proses identifikasi di RSUD dr Soeroto,’’ kata Kapolsek Paron Iptu Suyitno.

Suyitno mengungkapkan, Nurul diduga terseret arus sungai di dekat tempat tinggalnya. Indikasi korban hanyut berdasarkan bekas jejak kakinya di tanah. Tidak jauh dari titik itu ditemukan sebuah payung milik korban. Hasil pencarian selama beberapa hari nihil hasil. Sungai Tempur merupakan aliran dari sungai di sekitar tempat tinggal Nurul. Jaraknya sekitar 15 kilometer. ‘’Perkiraan waktu kematian korban lebih dari dua pekan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Persinga Ngawi Terpaksa Latihan Malam di Alun-Alun

Jasad kali pertama ditemukan oleh warga Babadan yang sedang mencari ikan sekitar pukul 12.30. Kerangkanya tersangkut di salah satu pohon tepi sungai masuk kawasan Alas Srigati tersebut. ‘’Mengeluarkan bau tidak sedap,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ngawi Broto Sanjoyo.

Broto menyampaikan bahwa proses evakuasi cukup sulit. Lokasi kerangka tersangkut pohon berada di bawah tebing setinggi 15 meter. Petugas gabungan juga harus menyusuri sungai bebatuan yang licin sejauh 500 meter. ‘’Butuh waktu setengah jam karena lokasinya cukup curam,’’ ujarnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/