alexametrics
24.1 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Faktor Kemanusiaan Dorong Broto Sanjoyo Bentuk Tim SAR Sikatan

Jiwa sosial Broto Sanjoyo tinggi meski kini telah berstatus abdi negara. Lewat tim SAR Sikatan yang dinakhodainya, pria itu kerap terjun membantu sesama yang membutuhkan pertolongan maupun aktivitas kebencanaan lainnya.

====================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

SUARA radio terdengar sahut-menyahut di telinga Broto Sanjoyo. Sesekali pria itu menekan sebuah tombol hitam sembari membalas pertanyaan. Sementara, beberapa pemuda berbaju oranye tampak sibuk mengumpulkan beragam peralatan seperti gergaji mesin dan tali.

Satu per satu lantas diangkut ke mobil bak terbuka. Sejurus kemudian, Broto memberikan komando kepada mereka agar segera meluncur ke lokasi kejadian. ‘’Akhir-akhir ini paling sering terjadi pohon tumbang akibat angin kencang,’’ kata pimpinan relawan SAR Sikatan itu.

Jiwa kemanusiaan Broto memang sulit dibendung. Di sela aktivitasnya sebagai sekretaris Kecamatan Ngawi serta Pj kepala Desa Beran, dia kerap terlibat aktivitas kebencanaan. ‘’Sejak dulu senang jadi relawan, juga suka kegiatan outdoor,’’ jelas Broto.

Ide Broto mendirikan SAR tersebut berawal saat membantu evakuasi sebuah rumah warga yang tertimpa pohon. Setelah pekerjaan usai, dia menunaikan ibadah salat Jumat. ‘’Setelah salat saya teringat waktu mengevakuasi pohon. Dari situlah muncul rencana mendirikan SAR sikatan ini,’’ ujar lulusan STPDN 2005 itu.

Baca Juga :  Kemiringan Tanggul Kali Piring Semakin Menjadi

Beragam pengalaman dirasakan Broto selama menakhodai SAR Sikatan. Salah satunya pernah terjun mengevakuasi korban tewas tercebur sumur. ‘’Rasanya seakan saya nggak akan pulang waktu itu, tapi alhamdulillah bisa selamat dan semua berjalan lancar,’’ kenangnya.

Meski baru dua tahun berdiri, tim SAR-nya sudah terjun ke berbagai daerah. Selain Ngawi, Broto dan rekan-rekannya pernah bertugas di Tuban, Bojonegoro, Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Mayoritas permintaan bantuan pencarian korban laka air. ‘’Peralatan kami cukup lengkap,’’ ungkap bapak tiga anak itu.

Kini, SAR Sikatan memiliki puluhan anggota. Mereka memiliki berbagai latar belakang, mulai petani, pengusaha, PNS, hingga anggota TNI/Polri. ‘’Menjadi relawan itu harus ikhlas, kerja tanpa mengharapkan imbalan,’’ ucapnya.  *** (isd/c1)

Jiwa sosial Broto Sanjoyo tinggi meski kini telah berstatus abdi negara. Lewat tim SAR Sikatan yang dinakhodainya, pria itu kerap terjun membantu sesama yang membutuhkan pertolongan maupun aktivitas kebencanaan lainnya.

====================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

SUARA radio terdengar sahut-menyahut di telinga Broto Sanjoyo. Sesekali pria itu menekan sebuah tombol hitam sembari membalas pertanyaan. Sementara, beberapa pemuda berbaju oranye tampak sibuk mengumpulkan beragam peralatan seperti gergaji mesin dan tali.

Satu per satu lantas diangkut ke mobil bak terbuka. Sejurus kemudian, Broto memberikan komando kepada mereka agar segera meluncur ke lokasi kejadian. ‘’Akhir-akhir ini paling sering terjadi pohon tumbang akibat angin kencang,’’ kata pimpinan relawan SAR Sikatan itu.

Jiwa kemanusiaan Broto memang sulit dibendung. Di sela aktivitasnya sebagai sekretaris Kecamatan Ngawi serta Pj kepala Desa Beran, dia kerap terlibat aktivitas kebencanaan. ‘’Sejak dulu senang jadi relawan, juga suka kegiatan outdoor,’’ jelas Broto.

Ide Broto mendirikan SAR tersebut berawal saat membantu evakuasi sebuah rumah warga yang tertimpa pohon. Setelah pekerjaan usai, dia menunaikan ibadah salat Jumat. ‘’Setelah salat saya teringat waktu mengevakuasi pohon. Dari situlah muncul rencana mendirikan SAR sikatan ini,’’ ujar lulusan STPDN 2005 itu.

Baca Juga :  Maling Kuras Duit Rp 250 Ribu Kotak Amal Masjid di Ngawi

Beragam pengalaman dirasakan Broto selama menakhodai SAR Sikatan. Salah satunya pernah terjun mengevakuasi korban tewas tercebur sumur. ‘’Rasanya seakan saya nggak akan pulang waktu itu, tapi alhamdulillah bisa selamat dan semua berjalan lancar,’’ kenangnya.

Meski baru dua tahun berdiri, tim SAR-nya sudah terjun ke berbagai daerah. Selain Ngawi, Broto dan rekan-rekannya pernah bertugas di Tuban, Bojonegoro, Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Mayoritas permintaan bantuan pencarian korban laka air. ‘’Peralatan kami cukup lengkap,’’ ungkap bapak tiga anak itu.

Kini, SAR Sikatan memiliki puluhan anggota. Mereka memiliki berbagai latar belakang, mulai petani, pengusaha, PNS, hingga anggota TNI/Polri. ‘’Menjadi relawan itu harus ikhlas, kerja tanpa mengharapkan imbalan,’’ ucapnya.  *** (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/