alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Relokasi PKL Alun-Alun Ngawi Terganjal Space

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana pemkab mensterilkan alun-alun dari pedagang kaki lima (PKL) menemui kendala. Pasalnya, lapak kuliner yang rencananya dibangun di utara Masjid Agung Baiturrachman awal tahun ini tidak cukup untuk menampung semua pedagang.

‘’(Lapaknya) masih kurang kalau dihitung sesuai jumlah pedagang yang ada,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Rochimin Minggu (12/1).

Dia memerinci, jumlah PKL di jalan serong atau Jalan Merdeka saat ini sebanyak 72 pedagang. Sedangkan lapak yang bakal dibangun dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) hanya 45. ‘’Kapasitas di utara masjid memang hanya segitu,’’ ujarnya.

Bagaimana solusinya? Rochimin menyebut pihaknya bakal mencari lokasi alternatif. Salah satu yang memungkinkan adalah Jalan Yos Sudarso. Kebetulan pemkab tahun ini berencana membangun pusat kuliner Ngawi di ruas jalan tersebut. ‘’Mungkin bisa seperti itu (di Jalan Yos Sudarso, Red), tapi kami masih akan koordinasi lagi dengan dinas terkait lainnya,’’ jelas Rochimin.

Baca Juga :  Keblinger! Kades Pucangrejo Ketagihan Nyabu

Dia mengakui, saat ini pihaknya belum membahas secara detail rencana pemindahan PKL tersebut. Termasuk solusi mengatasi kekurangan lapak. Opsi yang dimungkinkan muncul, hanya pedagang kuliner yang bakal dipindah ke utara masjid agung. ‘’Sedangkan yang nonkuliner kemungkinan dicarikan lokasi lain,’’ paparnya.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara pribadi, namun belum menyasar semua pedagang. Meski begitu, dia memastikan sebelum proses relokasi dilakukan semua sudah klir. ‘’Setelah selesai dibangun langsung dipindahkan,’’ tegasnya.

Sekadar diketahui, PKL di jalan serong alun-alun timur bukan binaan DPPTK. Melainkan dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora). Namun, kelak setelah dipindahkan, pengelolaan PKL di lokasi tersebut bakal diserahkan kepada DPPTK.

Pembangunan tempat relokasi PKL alun-alun bakal dimulai awal tahun ini. Proyek senilai sekitar Rp 3,9 miliar itu ditangani dinas DPUPR Ngawi. Tempat baru itu rencananya dikonsep semacam food court. (tif/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana pemkab mensterilkan alun-alun dari pedagang kaki lima (PKL) menemui kendala. Pasalnya, lapak kuliner yang rencananya dibangun di utara Masjid Agung Baiturrachman awal tahun ini tidak cukup untuk menampung semua pedagang.

‘’(Lapaknya) masih kurang kalau dihitung sesuai jumlah pedagang yang ada,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Rochimin Minggu (12/1).

Dia memerinci, jumlah PKL di jalan serong atau Jalan Merdeka saat ini sebanyak 72 pedagang. Sedangkan lapak yang bakal dibangun dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) hanya 45. ‘’Kapasitas di utara masjid memang hanya segitu,’’ ujarnya.

Bagaimana solusinya? Rochimin menyebut pihaknya bakal mencari lokasi alternatif. Salah satu yang memungkinkan adalah Jalan Yos Sudarso. Kebetulan pemkab tahun ini berencana membangun pusat kuliner Ngawi di ruas jalan tersebut. ‘’Mungkin bisa seperti itu (di Jalan Yos Sudarso, Red), tapi kami masih akan koordinasi lagi dengan dinas terkait lainnya,’’ jelas Rochimin.

Baca Juga :  Bupati Ony: Ngawi Memang Butuh Kampus Prestise

Dia mengakui, saat ini pihaknya belum membahas secara detail rencana pemindahan PKL tersebut. Termasuk solusi mengatasi kekurangan lapak. Opsi yang dimungkinkan muncul, hanya pedagang kuliner yang bakal dipindah ke utara masjid agung. ‘’Sedangkan yang nonkuliner kemungkinan dicarikan lokasi lain,’’ paparnya.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara pribadi, namun belum menyasar semua pedagang. Meski begitu, dia memastikan sebelum proses relokasi dilakukan semua sudah klir. ‘’Setelah selesai dibangun langsung dipindahkan,’’ tegasnya.

Sekadar diketahui, PKL di jalan serong alun-alun timur bukan binaan DPPTK. Melainkan dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora). Namun, kelak setelah dipindahkan, pengelolaan PKL di lokasi tersebut bakal diserahkan kepada DPPTK.

Pembangunan tempat relokasi PKL alun-alun bakal dimulai awal tahun ini. Proyek senilai sekitar Rp 3,9 miliar itu ditangani dinas DPUPR Ngawi. Tempat baru itu rencananya dikonsep semacam food court. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/