alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Pelantikan Calon Kepala OPD Ngawi Tunggu Izin KASN

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono telah mengantongi nama delapan calon kepala organisasi perangkat daerah (OPD) definitif. Hasil dari rangkaian seleksi terbuka dan kompetitif jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang digelar sejak awal Oktober lalu.

Akan tetapi, pelantikan pejabat setingkat eselon II-B tersebut masih menunggu izin Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ‘’Surat izin pelantikan sudah dikirimkan pekan lalu,’’ kata Ony, Senin (13/12).

Delapan pejabat itu calon kepala dinas komunikasi dan informatika, dinas sosial, serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang. Lalu, dinas kependudukan dan catatan sipil, badan penanggulangan bencana daerah, serta badan kesatuan bangsa dan politik. Kemudian, staf ahli bidang kemasyarakatan, SDM, dan keuangan; serta bidang ekonomi dan pembangunan.

Ony memilih mengunci rapat nama pejabat pilihan dari 15 kandidat terpilih. Pengumumannya disampaikan di detik akhir pelantikan. ‘’Pelantikan nantinya dibuat surprise. Semuanya yang lolos sampai tiga besar diundang datang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pengisian Perangkat Desa di Ngawi Tunggu Revisi Perbup

Bupati mengaku masih mencari hari baik kala ditanya tanggal pelantikan. Dia memberi sinyal bahwa pengambilan sumpah itu dilakukan di atas tanggal 20. Sebab, targetnya seluruh jabatan eselon II yang kosong terisi sebelum ganti tahun. ‘’Izin pelantikan dari KASN kemungkinan turun pekan ini,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, pelantikan pejabat hasil open bidding berbarengan mutasi sedikitnya 500 pejabat struktural. Pergeseran pejabat eselon III dan IV itu dilakukan karena penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru. ‘’Rekomendasi Perdanya (8/2021 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Red) dari Pemprov Jawa Timur sudah turun,’’ ungkapnya.

Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto membenarkan mutasi ratusan pejabat eselon III dan IV dalam waktu dekat. Selain karena penyesuaian SOTK, alasan lainnya untuk menambal kekosongan delapan posisi karena pejabatnya naik eselon II. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono telah mengantongi nama delapan calon kepala organisasi perangkat daerah (OPD) definitif. Hasil dari rangkaian seleksi terbuka dan kompetitif jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang digelar sejak awal Oktober lalu.

Akan tetapi, pelantikan pejabat setingkat eselon II-B tersebut masih menunggu izin Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ‘’Surat izin pelantikan sudah dikirimkan pekan lalu,’’ kata Ony, Senin (13/12).

Delapan pejabat itu calon kepala dinas komunikasi dan informatika, dinas sosial, serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang. Lalu, dinas kependudukan dan catatan sipil, badan penanggulangan bencana daerah, serta badan kesatuan bangsa dan politik. Kemudian, staf ahli bidang kemasyarakatan, SDM, dan keuangan; serta bidang ekonomi dan pembangunan.

Ony memilih mengunci rapat nama pejabat pilihan dari 15 kandidat terpilih. Pengumumannya disampaikan di detik akhir pelantikan. ‘’Pelantikan nantinya dibuat surprise. Semuanya yang lolos sampai tiga besar diundang datang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Ngawi Bentuk Tim Percepatan-Perizinan Urus Izin Operasional RS Geneng

Bupati mengaku masih mencari hari baik kala ditanya tanggal pelantikan. Dia memberi sinyal bahwa pengambilan sumpah itu dilakukan di atas tanggal 20. Sebab, targetnya seluruh jabatan eselon II yang kosong terisi sebelum ganti tahun. ‘’Izin pelantikan dari KASN kemungkinan turun pekan ini,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, pelantikan pejabat hasil open bidding berbarengan mutasi sedikitnya 500 pejabat struktural. Pergeseran pejabat eselon III dan IV itu dilakukan karena penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru. ‘’Rekomendasi Perdanya (8/2021 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Red) dari Pemprov Jawa Timur sudah turun,’’ ungkapnya.

Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto membenarkan mutasi ratusan pejabat eselon III dan IV dalam waktu dekat. Selain karena penyesuaian SOTK, alasan lainnya untuk menambal kekosongan delapan posisi karena pejabatnya naik eselon II. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/