alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Duh, Anggaran Proyek Pembangunan MPP Ngawi Kurang Rp 13 Miliar

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi bermanuver dalam proyek mal pelayanan publik (MPP). Perangkat daerah itu akan menuntaskan pembangunannya tahun ini. ‘’Sebelumnya direncanakan pembangunan bertahap beberapa tahun ke depan,’’ kata Sekretaris DPUPR Ngawi Widya Decky Hariyono, Senin (14/2).

Widya mengungkapkan, perubahan timeline menyesuaikan instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemerintah pusat mendorong daerah memiliki MPP tahun ini. Pun, anggaran revitalisasi bekas bangunan Plaza Ngawi itu membengkak setelah perubahan detail engineering design (DED). ‘’Dari awalnya dialokasikan Rp 4 miliar menjadi sekitar Rp 17 miliar,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, kekurangan anggaran Rp 13 miliar coba ditutup dengan menggeser bujet sejumlah program dan kegiatan. Juga mengajukan kucuran dana segar di perubahan APBD (P-APBD) 2022. ‘’Anggarannya bertambah karena konsep MPP bukan hanya pelayanan publik, tapi juga ikon baru Ngawi,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kebun Teh Jamus, Hidup Segan Mati Tak Mau

Pemkab mengundang rapat koordinasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Telkom setempat pekan lalu. Kedua perusahaan pelat merah itu diminta merapikan instalasi kabel di depan MPP. ‘’PDAM (perusahaan daerah air minum) juga diminta menyiapkan instalasi air untuk memenuhi kebutuhan MPP,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi bermanuver dalam proyek mal pelayanan publik (MPP). Perangkat daerah itu akan menuntaskan pembangunannya tahun ini. ‘’Sebelumnya direncanakan pembangunan bertahap beberapa tahun ke depan,’’ kata Sekretaris DPUPR Ngawi Widya Decky Hariyono, Senin (14/2).

Widya mengungkapkan, perubahan timeline menyesuaikan instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemerintah pusat mendorong daerah memiliki MPP tahun ini. Pun, anggaran revitalisasi bekas bangunan Plaza Ngawi itu membengkak setelah perubahan detail engineering design (DED). ‘’Dari awalnya dialokasikan Rp 4 miliar menjadi sekitar Rp 17 miliar,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, kekurangan anggaran Rp 13 miliar coba ditutup dengan menggeser bujet sejumlah program dan kegiatan. Juga mengajukan kucuran dana segar di perubahan APBD (P-APBD) 2022. ‘’Anggarannya bertambah karena konsep MPP bukan hanya pelayanan publik, tapi juga ikon baru Ngawi,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jalanan Ngawi Disekat Sana-Sini

Pemkab mengundang rapat koordinasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Telkom setempat pekan lalu. Kedua perusahaan pelat merah itu diminta merapikan instalasi kabel di depan MPP. ‘’PDAM (perusahaan daerah air minum) juga diminta menyiapkan instalasi air untuk memenuhi kebutuhan MPP,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/