alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Bebas Tes Covid-19, tapi Bus Malam Masih Sepi Penumpang

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jasa angkutan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kertonegoro, Ngawi, urung bergeliat. Kendati pemerintah pusat telah mencabut syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan dengan bus sejak Selasa (8/3) lalu. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) 23/2022.

Sulistyo, pengelola agen tiket Perusahaan Otobus (PO) Garuda Mas di Terminal Kertonegoro, menyampaikan bahwa loketnya tetap sepi pembeli. Trafik penumpang bus malam masih rendah. Sekalipun tidak lagi dimintai surat keterangan bebas Covid-19 dari uji tes antigen atau polymerase chain reaction (PCR). ‘’Sampai sore ini baru enam tiket terjual, padahal sebelum pandemi bisa dapat 20 penumpang,’’ ungkapnya, Senin (14/3).

Baca Juga :  Usai Lahirkan Bayi di Kamar Mandi, Rumah Janda Muda Digeruduk Warga

Kondisi serupa dialami Wahyudi, pengelola agen tiket PO Pahala Kencana. Jumlah tiket yang terjual di rentang 15 hingga 20 saban harinya. Armada yang mengaspal hanya empat dari total delapan unit bus. ‘’Kami inginnya sih ramai setelah ketentuan syarat tes Covid-19 dicabut, tapi kenyataannya penumpang bus tetap sepi,’’ ujarnya.

Informasi yang dihimpun, rata-rata 815 bus berhenti di Terminal Kertonegoro per hari pasca turunnya SE Menhub 23/2022. Sedangkan penumpang yang naik 253 orang. ‘’Situasinya relatif sama seperti saat aturan lama masih berlaku,’’ kata Pipin Kharisma, petugas keamanan Terminal Kertonegoro. (tr1/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jasa angkutan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kertonegoro, Ngawi, urung bergeliat. Kendati pemerintah pusat telah mencabut syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan dengan bus sejak Selasa (8/3) lalu. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) 23/2022.

Sulistyo, pengelola agen tiket Perusahaan Otobus (PO) Garuda Mas di Terminal Kertonegoro, menyampaikan bahwa loketnya tetap sepi pembeli. Trafik penumpang bus malam masih rendah. Sekalipun tidak lagi dimintai surat keterangan bebas Covid-19 dari uji tes antigen atau polymerase chain reaction (PCR). ‘’Sampai sore ini baru enam tiket terjual, padahal sebelum pandemi bisa dapat 20 penumpang,’’ ungkapnya, Senin (14/3).

Baca Juga :  Jeda Pergantian Mapel, Siswa Rawan Bergerombol

Kondisi serupa dialami Wahyudi, pengelola agen tiket PO Pahala Kencana. Jumlah tiket yang terjual di rentang 15 hingga 20 saban harinya. Armada yang mengaspal hanya empat dari total delapan unit bus. ‘’Kami inginnya sih ramai setelah ketentuan syarat tes Covid-19 dicabut, tapi kenyataannya penumpang bus tetap sepi,’’ ujarnya.

Informasi yang dihimpun, rata-rata 815 bus berhenti di Terminal Kertonegoro per hari pasca turunnya SE Menhub 23/2022. Sedangkan penumpang yang naik 253 orang. ‘’Situasinya relatif sama seperti saat aturan lama masih berlaku,’’ kata Pipin Kharisma, petugas keamanan Terminal Kertonegoro. (tr1/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/