alexametrics
27.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Atap SDN Budug Nglendong

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Warga akhirnya membongkar atap kantor SDN Budug, Kwadungan, Ngawi, yang rusak parah. Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama jika tiba-tiba ambrol. ‘’Kondisinya memang sudah sangat membahayakan,’’ kata Kepala SDN Budug Sri Wahyu Hidayati Rabu (13/11).

Ruang kepala sekolah dan guru itu dikosongkan. Tampak dalam, plafonnya banyak yang jebol. Pun harus disangga kayu agar tidak runtuh. Sedangkan dari luar, atapnya nglendong akibat kayunya sudah lapuk. ‘’Sebelumnya masih dipakai, tapi sebulan terakhir tidak berani lagi,’’ ungkap Sri.

Sri menyebut, kerusakan salah satu ruang di sekolahnya itu terlihat sebulan terakhir. Ditandai dengan melengkungnya atap bangunan yang berusia sekitar 14 tahun itu. Khawatir terjadi insiden, pihaknya minta semua isinya dipindahkan di ruang perpustakaan. Kendati ruangan tersebut juga kurang aman karena beberapa plafonnya nyaris ambrol. ‘’Untuk sementara tidak apa-apa, sambil menunggu direhab,’’ ujarnya.

Menurut dia, dinas pendidikan (dindik) setempat sudah tahu kondisi tersebut. Pihaknya dijanjikan rehabilitasi tahun depan dengan dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan. Beberapa hari lalu, ada pihak konsultan yang mengecek kondisi bangunan sekolahnya. ‘’Sudah dilihat semua, katanya akan segera diperbaiki,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Ramadan di Rumah Saja

Sri berharap tahun depan tidak hanya kantor yang diperbaiki. Tapi juga semua ruangan yang sudah mulai rusak. Pihaknya tidak ingin seluruh warga sekolahnya tidak aman. Apalagi, setiap hari sekitar 90 orang beraktivitas di lingkungan sekolah tersebut. ‘’Kalau kantor dan perpustakaan harus, tapi kalau bisa kelas yang rusak juga diperbaiki,’’ pintanya.

Sementara itu, gotong royong warga membongkar atap bangunan itu atas inisiatif pemerintah desa setempat. Tujuannya, menghindari korban jika sewaktu-waktu ambrol. ‘’Itu (pembongkaran atap, Red) inisiatif kami setelah melihat langsung kondisi bangunan yang ada,’’ kata Kepala Desa Budug Marjuki.

Sebelumnya, dia mendapat laporan dari tokoh masyarakat setempat. Setelah dicek, kondisinya memang sangat membahayakan. Marjuki pun mengumpulkan warganya untuk menurunkan atap. Pihaknya juga tahu tahun depan bangunan itu bakal direhabilitasi. ‘’Sementara kami turunkan dulu supaya aman, apakah nanti akan diperbaiki atau tidak, belum diputuskan,’’ bebernya. (tif/c1/sat)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Warga akhirnya membongkar atap kantor SDN Budug, Kwadungan, Ngawi, yang rusak parah. Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama jika tiba-tiba ambrol. ‘’Kondisinya memang sudah sangat membahayakan,’’ kata Kepala SDN Budug Sri Wahyu Hidayati Rabu (13/11).

Ruang kepala sekolah dan guru itu dikosongkan. Tampak dalam, plafonnya banyak yang jebol. Pun harus disangga kayu agar tidak runtuh. Sedangkan dari luar, atapnya nglendong akibat kayunya sudah lapuk. ‘’Sebelumnya masih dipakai, tapi sebulan terakhir tidak berani lagi,’’ ungkap Sri.

Sri menyebut, kerusakan salah satu ruang di sekolahnya itu terlihat sebulan terakhir. Ditandai dengan melengkungnya atap bangunan yang berusia sekitar 14 tahun itu. Khawatir terjadi insiden, pihaknya minta semua isinya dipindahkan di ruang perpustakaan. Kendati ruangan tersebut juga kurang aman karena beberapa plafonnya nyaris ambrol. ‘’Untuk sementara tidak apa-apa, sambil menunggu direhab,’’ ujarnya.

Menurut dia, dinas pendidikan (dindik) setempat sudah tahu kondisi tersebut. Pihaknya dijanjikan rehabilitasi tahun depan dengan dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan. Beberapa hari lalu, ada pihak konsultan yang mengecek kondisi bangunan sekolahnya. ‘’Sudah dilihat semua, katanya akan segera diperbaiki,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pelantikan Perangkat Desa Waruk Kalong Diwarnai Aksi Demo

Sri berharap tahun depan tidak hanya kantor yang diperbaiki. Tapi juga semua ruangan yang sudah mulai rusak. Pihaknya tidak ingin seluruh warga sekolahnya tidak aman. Apalagi, setiap hari sekitar 90 orang beraktivitas di lingkungan sekolah tersebut. ‘’Kalau kantor dan perpustakaan harus, tapi kalau bisa kelas yang rusak juga diperbaiki,’’ pintanya.

Sementara itu, gotong royong warga membongkar atap bangunan itu atas inisiatif pemerintah desa setempat. Tujuannya, menghindari korban jika sewaktu-waktu ambrol. ‘’Itu (pembongkaran atap, Red) inisiatif kami setelah melihat langsung kondisi bangunan yang ada,’’ kata Kepala Desa Budug Marjuki.

Sebelumnya, dia mendapat laporan dari tokoh masyarakat setempat. Setelah dicek, kondisinya memang sangat membahayakan. Marjuki pun mengumpulkan warganya untuk menurunkan atap. Pihaknya juga tahu tahun depan bangunan itu bakal direhabilitasi. ‘’Sementara kami turunkan dulu supaya aman, apakah nanti akan diperbaiki atau tidak, belum diputuskan,’’ bebernya. (tif/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/