alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Nakes RS Geneng-Mantingan, Pinjam Dokter Spesialis RSUD dr Soeroto

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi bersiasat. Supaya nihilnya formasi dokter spesialis dalam rekrutmen CPNS 2021 Ngawi tak memengaruhi rencana operasional RS Mantingan dan Geneng. Siasat itu berupa meminjam jasa dokter spesialis RSUD dr Soeroto. ‘’Mau tidak mau. Solusi sementara, ada dokter spesialis kami yang diperbantukan,’’ kata Direktur RSUD dr Soeroto Agus Priyambodo, Sabtu (15/1).

Agus mengungkapkan, sejumlah dokter umum tengah menempuh pendidikan spesialis. Mereka bakal lulus satu hingga dua tahun lagi. Spesialisasinya penyakit dalam, obgyn, saraf, dan jantung. ‘’Kalau RS Geneng dan Mantingan beroperasi, bisa menjadi daya tarik para dokter spesialis lainnya,’’ ujar Agus.

Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fachrudin mengatakan, RS tipe D minimal memiliki dua dokter spesialis. Kebutuhan itu coba dipenuhi dari RSUD dr Soeroto. RS tipe C itu memiliki lebih dari dua dokter spesialis. ‘’Jadi, skemanya nanti tugas bergiliran di RS Geneng dan Mantingan selama dua hari, sisanya di RSUD dr Soeroto,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Khofifah Tunjuk Ngawi dan Empat Daerah Lain Lokomotif Vaksinasi Anak

Menurut Heri, kekosongan formasi dokter spesialis karena pelamar memilih daftar daerah lain. Khususnya kota/kabupaten yang memiliki banyak fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Sebab, dokter spesialis punya pola membagi waktu kerja di dua tempat berbeda. Yakni, pagi tugas di RS, sore atau malamnya di klinik. ‘’Kalau di Ngawi tidak ada kerja sampingan karena fasyankesnya terbatas,’’ tuturnya.

Di sisi lain, dokter yang menempuh spesialisasi maupun subspesialis lebih memilih RS tipe B atau A. Pun, tidak banyak dokter umum yang bersedia melanjutkan studinya. Pemicunya, biaya mahal dan waktu perkuliahan. ‘’Krisis dokter spesialis lebih parah saat pandemi Covid-19. Banyak dokter menjadi korban, sementara proses regenerasinya lambat,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi bersiasat. Supaya nihilnya formasi dokter spesialis dalam rekrutmen CPNS 2021 Ngawi tak memengaruhi rencana operasional RS Mantingan dan Geneng. Siasat itu berupa meminjam jasa dokter spesialis RSUD dr Soeroto. ‘’Mau tidak mau. Solusi sementara, ada dokter spesialis kami yang diperbantukan,’’ kata Direktur RSUD dr Soeroto Agus Priyambodo, Sabtu (15/1).

Agus mengungkapkan, sejumlah dokter umum tengah menempuh pendidikan spesialis. Mereka bakal lulus satu hingga dua tahun lagi. Spesialisasinya penyakit dalam, obgyn, saraf, dan jantung. ‘’Kalau RS Geneng dan Mantingan beroperasi, bisa menjadi daya tarik para dokter spesialis lainnya,’’ ujar Agus.

Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fachrudin mengatakan, RS tipe D minimal memiliki dua dokter spesialis. Kebutuhan itu coba dipenuhi dari RSUD dr Soeroto. RS tipe C itu memiliki lebih dari dua dokter spesialis. ‘’Jadi, skemanya nanti tugas bergiliran di RS Geneng dan Mantingan selama dua hari, sisanya di RSUD dr Soeroto,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Dosis Kedua Lansia di Ngawi Tembus 60 Persen

Menurut Heri, kekosongan formasi dokter spesialis karena pelamar memilih daftar daerah lain. Khususnya kota/kabupaten yang memiliki banyak fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Sebab, dokter spesialis punya pola membagi waktu kerja di dua tempat berbeda. Yakni, pagi tugas di RS, sore atau malamnya di klinik. ‘’Kalau di Ngawi tidak ada kerja sampingan karena fasyankesnya terbatas,’’ tuturnya.

Di sisi lain, dokter yang menempuh spesialisasi maupun subspesialis lebih memilih RS tipe B atau A. Pun, tidak banyak dokter umum yang bersedia melanjutkan studinya. Pemicunya, biaya mahal dan waktu perkuliahan. ‘’Krisis dokter spesialis lebih parah saat pandemi Covid-19. Banyak dokter menjadi korban, sementara proses regenerasinya lambat,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/