29.9 C
Madiun
Sunday, May 28, 2023

TPS Pasar Besar Ngawi Nganggur

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Besar Ngawi (PBN) nganggur. Wadah penampung sampah hasil aktivitas pedagang itu belakangan tidak berfungsi.

Persoalan tersebut lantaran belum adanya kendaraan roda tiga yang mengangkut sampah harian ke TPS. ‘’Sementara ini sampah diletakkan di samping pintu utara,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Yusuf Rosyadi, Sabtu (15/1/2022).

Yusuf mengatakan, tumpukan sampah di pintu utara tidak sampai membubung tinggi. Sebab, langsung diangkut truk dam untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro, Pitu. Di sisi lain, pedagang diminta ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. Masing-masing harus membuang sampah di trash bag yang diletakkan di dekat tempat berjualan. ‘’Baru nantinya diambil petugas,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kualitas Stadion Ketonggo Tak Penuhi Syarat Venue Piala Soeratin

Dia menyebut, sistem pengelolaan sampah saat ini termasuk jangka pendek. Pihaknya tengah menyiapkan pengelolaan jangka menengah dengan mengajukan proposal bantuan TPS reuse, reduce, recycle (3R). Sebagaimana rekomendasi Kementerian PUPR. ‘’Nantinya, 15 persen sampah pasar bisa untuk kompos. Selain berguna untuk pemupukan, juga memperpanjang usia TPA,’’ tuturnya sembari menyebut permohonan diajukan pekan depan.

Yusuf mengungkapkan, tidak ada penambahan petugas kebersihan. Jumlahnya saat ini 11 orang. Kendati PBN hasil rebuilding lebih luas dan besar. Sebagai gantinya, meningkatkan intensitas kerja. ‘’Seperti menyapu dua jam sekali dan mengepel tiga kali dalam sehari,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Besar Ngawi (PBN) nganggur. Wadah penampung sampah hasil aktivitas pedagang itu belakangan tidak berfungsi.

Persoalan tersebut lantaran belum adanya kendaraan roda tiga yang mengangkut sampah harian ke TPS. ‘’Sementara ini sampah diletakkan di samping pintu utara,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Yusuf Rosyadi, Sabtu (15/1/2022).

Yusuf mengatakan, tumpukan sampah di pintu utara tidak sampai membubung tinggi. Sebab, langsung diangkut truk dam untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro, Pitu. Di sisi lain, pedagang diminta ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. Masing-masing harus membuang sampah di trash bag yang diletakkan di dekat tempat berjualan. ‘’Baru nantinya diambil petugas,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Komisi II Panggil Rekanan-Konsultan Soal Fasilitas dan Bangunan RSUD Geneng

Dia menyebut, sistem pengelolaan sampah saat ini termasuk jangka pendek. Pihaknya tengah menyiapkan pengelolaan jangka menengah dengan mengajukan proposal bantuan TPS reuse, reduce, recycle (3R). Sebagaimana rekomendasi Kementerian PUPR. ‘’Nantinya, 15 persen sampah pasar bisa untuk kompos. Selain berguna untuk pemupukan, juga memperpanjang usia TPA,’’ tuturnya sembari menyebut permohonan diajukan pekan depan.

Yusuf mengungkapkan, tidak ada penambahan petugas kebersihan. Jumlahnya saat ini 11 orang. Kendati PBN hasil rebuilding lebih luas dan besar. Sebagai gantinya, meningkatkan intensitas kerja. ‘’Seperti menyapu dua jam sekali dan mengepel tiga kali dalam sehari,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru